Seputar Papua

Sesuai Rilis BPS : Angkatan Kerja di Papua Barat Mencapai 311.987 Orang

Oiko_News

05 Mei 2026, 19:02 WIB

2 min baca
Sesuai Rilis BPS :  Angkatan Kerja di Papua Barat Mencapai 311.987 Orang

MANOKWARI, (OikoNews)- Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,10 persen atau turun 0,11 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, dalam rilis resmi di aula BPS Papua Barat, Selasa 5 Mei 2026,  menjelaskan bahwa penurunan TPT menunjukkan perbaikan kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut.

"Pada Februari 2026, dari 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar empat orang yang menganggur,"jelasnya.

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja di Papua Barat mencapai 311.987 orang atau meningkat 3.861 orang dibanding Februari 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 299.187 orang merupakan penduduk bekerja, sementara 12.800 orang masih menganggur.

Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 71,12 persen atau turun 0,33 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

"TPAK laki-laki sebesar 80,39 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang sebesar 60,68 persen,"tutur Merry.

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download

Dikatakan, lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 43,34 persen.

Sektor administrasi pemerintahan dan perdagangan juga menjadi penyerap tenaga kerja utama.

Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai sebesar 37,14 persen.

Sementara itu, proporsi pekerja di sektor formal mencapai 39,65 persen atau meningkat 4,83 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, kondisi kualitas pekerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat setengah pengangguran turun menjadi 5,48 persen, sedangkan pekerja paruh waktu tercatat 21,96 persen atau menurun 2,82 persen poin dibanding Februari 2025.

Penurunan ini mengindikasikan semakin banyak tenaga kerja yang bekerja secara optimal, baik dari sisi jam kerja maupun produktivitas.

Namun demikian, terdapat disparitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan. TPT di wilayah perkotaan tercatat sebesar 6,00 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 3,11 persen.

Secara umum, BPS menilai kondisi ketenagakerjaan di Papua Barat pada Februari 2026 menunjukkan tren positif, meski masih diperlukan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja dan pemerataan kesempatan kerja di seluruh wilayah. (*)

Pewarta: Sarteis Way 
Editor: Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.