Ketua LMA Kaiso: Hari Lahir Pancasila Momen Emas Persatukan Keberagaman Bangsa
Sorong Selatan (OikoNews) – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni, gema semangat persatuan dan kebhinekaan kembali berkumandang dari bumi Papua Barat Daya. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kaiso, Daud Enzo, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Sorong Selatan, untuk menjadikan momen bersejarah ini sebagai titik temu mempererat ikatan persaudaraan, menjembatani segala perbedaan, serta meneguhkan komitmen bersama menjaga keberagaman bangsa dari Sabang hingga Merauke.
Dalam perbincangannya dengan wartawan pada Minggu (31/5/2026), Daud Enzo menegaskan bahwa makna lahirnya Pancasila jauh melampaui sekadar seremonial atau perayaan tahunan. Bagi masyarakat adat, Pancasila adalah tiang utama dan perekat kuat yang merangkai ribuan pulau, ratusan suku bangsa, serta beragam budaya, agama, dan tradisi ke dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kokoh dan tak terpisahkan.
“Sebagai Ketua LMA Kaiso, saya mengajak seluruh masyarakat agar memaknai Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum paling tepat dan strategis untuk mempersatukan seluruh keberagaman yang ada di negeri ini. Pancasila hadir dan ditetapkan untuk menyatukan kita semua, tanpa memandang asal usul, suku, maupun agama, dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia,” ujar Daud Enzo dengan tegas.
Lebih jauh, tokoh adat yang sangat dihormati di wilayah Sorong Selatan ini menekankan bahwa peringatan tahunan ini harus menjadi ajang nyata dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan. Di tengah kekayaan budaya dan adat istiadat yang tumbuh subur di Kabupaten Sorong Selatan, semboyan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar kalimat indah atau slogan semata, melainkan prinsip hidup dan kenyataan sosial yang harus terus dipelihara, dijaga, dan dijalani bersama.
“Imbauan saya, momentum lahirnya Pancasila ini kita jadikan sarana dan wadah untuk benar-benar menyatukan hati, pikiran, dan langkah kita semua, dari Sabang sampai Merauke. Khususnya kami yang bertempat tinggal di Kabupaten Sorong Selatan, harapan besar saya adalah agar para pemuda dan pemudi di daerah ini bisa terus bersatu padu, saling merangkul, saling menghargai, dan menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari,” bebernya.
Menurut pandangan Daud, kekuatan terbesar sekaligus modal utama pembangunan di Sorong Selatan terletak pada kerukunan hidup antarsuku, antarmasyarakat, dan lintas kelompok yang telah terjalin baik selama ini. Oleh sebab itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat paling penting bahwa meskipun berbeda asal usul, bahasa, maupun tradisi, seluruh warga memiliki nasib, tujuan, dan masa depan yang sama sebagai anak bangsa Indonesia.
Tak hanya berfokus pada persatuan antarwarga, Daud Enzo juga memandang Hari Lahir Pancasila sebagai sumber semangat dan motivasi besar bagi generasi muda penerus bangsa. Baginya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila harus mampu menggerakkan jiwa dan raga pemuda-pemudi Sorong Selatan untuk terus berinovasi, berkreasi, berkarya, serta menatap masa depan dengan penuh optimisme, keberanian, dan tanggung jawab.
“Momentum Hari Lahir Pancasila ini harus melahirkan dorongan dan motivasi kuat dalam diri kita semua, khususnya untuk menyatukan berbagai suku yang ada di Kabupaten Sorong Selatan menjadi satu kekuatan besar yang tak terkalahkan. Dari persatuan yang kokoh inilah, pemuda kita akan tumbuh menjadi generasi yang maju, kreatif, mandiri, siap membangun daerahnya sendiri, sekaligus menjaga Indonesia tetap utuh, damai, aman, dan sejahtera,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketua LMA Kaiso kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari para tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, hingga warga biasa di pelosok desa, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dan fondasi utama dalam setiap tindakan, ucapan, dan kebijakan. Karena baginya, persatuan yang kokoh adalah kunci mutlak agar keberagaman yang ada di tanah Papua dan seluruh wilayah Indonesia tetap menjadi kekayaan terbesar bangsa yang tak ternilai harganya, kini dan selamanya.(*)
Pewarta: Paul
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?