Perum Bulog Pastikan Stok Beras SPHP dan Minyakita di Kota Sorong Aman dan Cukup Hingga Empat Bulan ke Depan
Sorong (OikoNews)– Perum Bulog Kantor Wilayah Papua menegaskan ketersediaan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita dalam kondisi aman dan terjaga. Hal ini dipastikan melalui pemantauan langsung yang dilakukan ke lapangan, khususnya di Pasar Sentral Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Senin (8/6/2026).
Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya rutin untuk memastikan kelancaran pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat, mengingat wilayah Papua dan sekitarnya masih sangat bergantung pada pasokan pangan yang didatangkan dari luar daerah.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, menyatakan bahwa pengecekan langsung ke pasar dan kios pengecer dilakukan untuk memastikan kondisi riil di tingkat konsumen. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, pasokan kedua komoditas strategis ini masih tersedia dengan baik di sejumlah titik penjualan.
“Dari hasil pemantauan langsung, stok di sejumlah kios pengecer masih tersedia dengan memadai. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau cemas terkait ketersediaan maupun harga beras SPHP dan minyak goreng Minyakita saat ini,” ujar Ahmad Mustari di sela-sela kunjungan kerjanya di Pasar Sentral Remu.
Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu menerapkan sistem pengawasan berjenjang, mulai dari ketersediaan di gudang penyimpanan hingga proses pendistribusian ke pasar. Langkah ini diambil agar pasokan dapat terjaga secara berkelanjutan dan tidak terjadi kekosongan di tengah masyarakat. Menurutnya, hingga saat ini stok yang disimpan di gudang Perum Bulog masih berada dalam jumlah yang aman, bahkan melebihi kebutuhan yang diperkirakan.
“Ketersediaan stok selalu menjadi prioritas utama kami. Alhamdulillah, stok beras SPHP maupun minyak goreng yang ada di gudang Bulog saat ini cukup, bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ini yang memang sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tegasnya.
👉Stok Beras Siap Penuhi Kebutuhan Hingga Empat Bulan
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim, merinci jumlah persediaan yang saat ini dikuasai pihaknya. Ia menyebutkan bahwa saat ini tersedia stok beras sebanyak 3.164 ton, dan dalam waktu dekat akan ditambah dengan pasokan baru sekitar 1.500 ton yang sedang dalam perjalanan.
“Dengan jumlah stok yang ada saat ini ditambah rencana kedatangan pasokan tambahan tersebut, kami merasa sangat optimistis kebutuhan beras masyarakat di wilayah kerja kami dapat terpenuhi dengan aman hingga sekitar empat bulan ke depan,” jelas Riyadi.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng rakyat juga dipastikan memadai. Saat ini, tersedia stok Minyakita sebanyak 36.000 liter yang siap didistribusikan ke berbagai pasar dan jaringan pengecer resmi yang telah ditunjuk.

👉Harga Tetap Terjaga di Bawah Ketentuan Pemerintah
Selain menjamin ketersediaan, Perum Bulog juga memastikan harga jual tetap berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Riyadi menegaskan bahwa harga beras SPHP justru dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Beras SPHP kami jual dengan kisaran harga Rp63.000 hingga Rp65.000 per kemasan, yang mana angka ini masih berada di bawah batas maksimal yang diizinkan. Sedangkan untuk minyak goreng Minyakita, dijual sesuai ketentuan resmi yaitu seharga Rp15.700 per liter,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa pengawasan terhadap harga akan terus dilakukan agar tidak terjadi kenaikan yang tidak wajar di tingkat pengecer. “Kami berkomitmen menjaga harga tetap stabil dan sesuai aturan, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Riyadi juga menyampaikan catatan penyaluran sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, pihaknya telah berhasil menyalurkan lebih dari 1.000 ton beras SPHP melalui 188 mitra resmi yang tersebar di empat kabupaten dalam wilayah kerja Bulog Cabang Sorong. Sementara untuk komoditas Minyakita, distribusi telah dilakukan lebih dari 10 kontainer ke pasar murah, program stabilisasi harga, serta outlet binaan yang tersebar luas.
👉Imbauan Agar Tidak Melakukan Pembelian Berlebihan
Melihat kondisi stok yang sangat aman dan terjadwal, Riyadi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik atau melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Ia menegaskan bahwa pasokan akan terus diisi ulang secara berkala sebelum persediaan menipis.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok beras dan minyak goreng tersedia dengan sangat baik. Sebelum persediaan menipis, kami sudah merencanakan pengiriman pasokan tambahan, sehingga rantai pasokan akan selalu terjaga tanpa hambatan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Riyadi menegaskan komitmen Perum Bulog sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. “Perum Bulog senantiasa berkomitmen penuh untuk menjaga ketahanan pangan serta menjamin ketersediaan beras dan minyak goreng yang cukup, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat di wilayah Sorong dan sekitarnya,” pungkasnya.(*)
Editor Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?