HKTI Kota Sorong Bergerak Konsolidasi: Jadikan Satu Rumah Besar Petani, Peternak, dan Nelayan
SORONG (OikoNews) – Himpunan Kerukunan Tani dan Nelayan Indonesia (HKTI) Kota Sorong melangkah maju memperkuat fondasi organisasi dengan menyatukan seluruh elemen pelaku usaha pertanian, peternakan, hingga perikanan sebagai kekuatan utama penopang ketahanan pangan Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya.
Langkah nyata ini ditandai dengan diselenggarakannya rapat konsolidasi sekaligus persiapan penyusunan struktur kepengurusan HKTI Kota Sorong, yang berlangsung di Café Wabisabi, Kota Sorong, pada Rabu (9/9/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelson E. Hara, S.P.

Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelson E. Hara, S.P.saat memimpin rapat konsolidasi.(Foto : OikoNews/Yosep Bifel)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung mandat dari Penjabat Sementara HKTI Provinsi Papua Barat Daya, yang juga dijabat oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, sekaligus menjadi bagian persiapan matang menjelang Musyawarah Daerah (Musda) pertama HKTI di tingkat provinsi yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Nelson menegaskan bahwa keberadaan HKTI tidak boleh hanya berhenti sebagai simbol organisasi semata, melainkan harus tumbuh menjadi wadah besar yang menampung aspirasi, membuka ruang pembinaan, serta memperluas akses dukungan bagi seluruh pelaku sektor pangan.
“Wadah ini dibentuk untuk mengakomodasi segala kepentingan petani, peternak, dan nelayan. Kita ingin menjadikan HKTI benar-benar rumah besar tempat mereka berkumpul, bersuara, dan tumbuh bersama,” tegas Nelson.
Sasaran Ribuan Anggota
Menghadapi agenda Musda HKTI Provinsi Papua Barat Daya, HKTI Kota Sorong menargetkan dapat menghimpun sebanyak 2.000 hingga 3.000 peserta yang berasal dari beragam kelompok tani, kelompok ternak, serta kelompok nelayan di seluruh wilayah Kota Sorong.
Saat ini tim terus melakukan pendataan dan inventarisasi kelompok-kelompok yang sudah ada maupun yang telah dibina sebelumnya. Langkah ini dianggap penting agar tidak ada satupun kelompok yang tertinggal, sehingga seluruh potensi sumber daya manusia di sektor pangan dapat terpetakan dengan jelas.
“Kami sedang mendata satu per satu kelompok petani dan peternak kita, agar semuanya dapat terkumpul dalam satu wadah yang sama. Begitu mereka bersatu, pembinaan, pendampingan, maupun penyusunan program kerja menjadi jauh lebih terarah dan tepat sasaran,” jelasnya.
Semua kelompok yang selama ini sudah menerima bimbingan dari instansi terkait pun didorong untuk bergabung secara aktif. Dengan menyatukan kekuatan ini, pemerintah daerah dapat lebih mudah memahami kebutuhan lapangan, merancang solusi, serta mengembangkan potensi yang ada.
“Mari kita ajak seluruh petani, peternak, dan nelayan yang ada di sini untuk berkumpul dalam satu rumah besar bernama HKTI Kota Sorong,” ajak Nelson.
Kekuatan Bersatu untuk Ketahanan Pangan
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan memegang peran paling strategis dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, memperkuat organisasi bukan sekadar urusan administrasi, melainkan upaya nyata meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan rakyat.
Di tengah tantangan cuaca yang berubah-ubah serta tekanan terhadap ketersediaan pangan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. HKTI dirancang menjadi jembatan penghubung yang kokoh antara pelaku usaha di lapangan dengan kebijakan pemerintah, sehingga setiap aspirasi dapat disalurkan dan setiap kebutuhan dapat ditindaklanjuti.
“Inti dari semua ini adalah bagaimana kita memberdayakan mereka yang bekerja di ladang, kandang, maupun laut agar makin mandiri dan berdaya saing,” ujar Nelson.
Dengan terbentuknya kepengurusan yang rapi dan jaringan yang luas, HKTI Kota Sorong diharapkan kelak menjadi kekuatan kolektif yang andal, sekaligus menjadi pondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Papua Barat Daya.
Petani Bersatu, Pangan Kuat, Papua Barat Daya Berdaya.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?