Nasional

Penguatan Ekonomi Rakyat Papua Barat Daya: Sinergi GWPP, Koperasi, dan UMKM Menuju 2029

Oiko_News

04 September 2026, 12:13 WIB

4 min baca
Penguatan Ekonomi Rakyat Papua Barat Daya: Sinergi GWPP, Koperasi, dan UMKM Menuju 2029
Artikel Multi-Halaman

JAKARTA (OikoNews) – Mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, S.E., M.Si., menyampaikan arah baru pembangunan ekonomi daerah dalam Rapat Penguatan Kapasitas Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) dalam Pelaksanaan Program Prioritas Presiden. Rapat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI berlangsung di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat, 4 September 2026.

Dalam presentasi bertajuk “Penguatan Ekonomi Rakyat Papua Barat Daya: Sinergi GWPP, Koperasi, dan UMKM Menuju 2029”, Dr. Sellvyana memaparkan pergeseran paradigma pembangunan dari sekadar konsolidasi administratif menuju produktivitas inklusif yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Dinamika Positif dan Tantangan Struktural Wilayah

Papua Barat Daya mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif, dengan PDRB tahun 2025 mencapai Rp39,22 triliun dan laju pertumbuhan 4,03%. Tren ini berlanjut pada kuartal I–2026 sebesar 4,16%, didorong sektor transportasi dan konstruksi. Namun, karakteristik geografis kepulauan melahirkan tantangan struktural: biaya logistik tinggi, rantai pasok terfragmentasi, serta disparitas akses antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Tugas besar kita adalah mengonversi angka pertumbuhan ekonomi makro ini menjadi inklusivitas nyata di tingkat akar rumput melalui ekosistem koperasi yang kokoh,” tegasnya.

GWPP: Instrumen Strategis Penyelaras Kebijakan Nasional dan Potensi Daerah

Dr. Sellvyana menegaskan bahwa fungsi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) sebagaimana diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 bukanlah struktur birokrasi tambahan, melainkan poros sinkronisasi kebijakan agar program nasional mendarat tepat sasaran sesuai karakteristik enam wilayah kabupaten/kota di Papua Barat Daya. GWPP menyatukan norma pusat, penyelarasan lintas wilayah, hingga pendampingan langsung di tingkat kabupaten/kota.

Pergeseran Paradigma Koperasi: dari Formalitas Menuju Badan Usaha Ril

Langkah utama yang diusulkan adalah pergeseran paradigma koperasi secara radikal: meninggalkan koperasi yang hanya mengejar legalitas dan formalitas, beralih ke Paradigma Berbasis Hasil. Koperasi harus menjadi badan usaha riil milik anggota yang aktif beroperasi, profitabel, dikelola oleh SDM manajerial profesional dengan target kinerja yang jelas, serta terintegrasi dalam rantai pasok wilayah yang menghasilkan arus kas nyata.

Koperasi Sebagai Mesin Ekonomi dan Aggregator Produksi

Koperasi diposisikan sebagai aggregator utama yang mengonsolidasi volume dan kualitas produk UMKM yang selama ini berjalan sendiri-sendiri dengan posisi tawar rendah. Mulai dari pengumpulan, sortasi mutu, pengemasan, hingga pergudangan dan rantai dingin sehingga dapat melakukan distribusi massal dengan posisi tawar yang jauh lebih kuat dan memutus rantai pasok yang terlalu panjang.

Operasionalisasi KDKMP: Lima Pilar Kemandirian Ekonomi Desa

Menyusul Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Papua Barat Daya memasuki Fase Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada 2026. Lima pilar utama penopangnya:

• Legalitas & Tata Kelola yang tertib dan terharmonisasi;

• Model Bisnis berbasis komoditas riil yang layak pasar;

• SDM Manajerial yang profesional;

• Akses Pembiayaan yang sehat berbasis kelayakan usaha;

• Akses Pasar dengan kepastian pembeli atau offtaker.

Peta Wilayah Berbasis Potensi dan Kerentanan Pangan

Pendekatan pembangunan tidak diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan indeks ketahanan pangan dan potensi masing-masing wilayah (peringkat 35 nasional, skor 57,15):

• Tambrauw (P1): zona rentan, fokus aksesibilitas dan logistik adaptif;

• Sorong Selatan & Maybrat (P2): pusat produksi pertanian dan pengumpulan komoditas lokal;

• Kabupaten Sorong & Raja Ampat (P3): aggregator produksi dan komoditas kepulauan;

• Kota Sorong (P4): hub perdagangan, jasa, dan pasar utama.

Cetak Biru Jaringan 7 Koperasi Mandiri  Rp32,75 Miliar

Untuk mewujudkan pemetaan tersebut, disusun Cetak Biru Jaringan 7 Koperasi Mandiri dengan nilai indikatif proposal sebesar Rp32,75 miliar. Terdiri dari satu Simpul Provinsi yang mengoordinasikan perdagangan lintas wilayah, terhubung dengan enam simpul aggregator di kabupaten/kota, memastikan seluruh serapan produksi UMKM mengalir secara berkelanjutan dan efisien.

Intervensi pada Titik Bernilai Tambah & Sistem Satu Data

Koperasi diarahkan masuk tepat pada Titik Kritis Intervensi mulai dari standardisasi mutu, fasilitas rantai dingin, hingga branding dan kemasan sehingga nilai jual produk meningkat berkali-kali lipat. Seluruh ekosistem didukung Sistem “Satu Data” Koperasi & UMKM yang telah memverifikasi 12.450 anggota secara riil, menampilkan status keaktifan, volume komoditas, kapasitas produksi, hingga aset dan kebutuhan modal secara real-time.

Peta Jalan Orkestrasi Ekonomi 2026–2029

• 2026 — Fase Konsolidasi: validasi data, penertiban kelembagaan, penetapan prioritas;

• 2027 — Fase Operasionalisasi: model bisnis stabil, manajer profesional, transaksi aktif;

• 2028 — Fase Rantai Nilai: optimalisasi pengolahan, kemasan, dan logistik;

• 2029 — Fase Ekspansi: replikasi antarwilayah dan penetrasi pasar luar daerah.

Keberhasilan diukur dari dua rumpun KPI: tata kelola birokrasi (rekomendasi GWPP yang terselesaikan, tertib administrasi, infrastruktur logistik) dan yang paling utama adalah dampak ekonomi riil (kenaikan omzet koperasi, pendapatan anggota, jumlah UMKM naik kelas, serta kontrak pasti dengan pembeli).

“Keberhasilan pembangunan kita tidak lagi diukur dari tingginya jumlah kegiatan atau seremoni, melainkan dari koperasi yang aktif berbisnis, UMKM yang naik kelas, dan meningkatnya pendapatan riil masyarakat,” pungkas Dr. Sellvyana Sangkek.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.