Direktur Intelkam Polda PBD: Isu Global dan Lintas Daerah Berdampak pada Keamanan Papua Barat Daya
Sorong, (OikoNews)– Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Angling Guntoro, S.I.K., menguraikan sejumlah isu strategis yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum di wilayah hukum dan operasional Polda Papua Barat Daya. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di daerah ini tidak berdiri sendiri, melainkan banyak dipengaruhi oleh dinamika yang berkembang di luar wilayah, baik dari dalam negeri maupun skala internasional.
“Yang perlu kita pahami bersama adalah apa yang terjadi hari ini di tempat kita juga dipengaruhi oleh situasi di tempat lain. Situasi geopolitik dunia, kondisi di pusat pemerintahan Jakarta, hingga perkembangan di wilayah tetangga semuanya memiliki dampak, meskipun tidak selalu terasa secara langsung. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memantau dan memahami setiap perkembangan yang terjadi di luar wilayah kita,” ujar Kombes Pol Angling dalam Forum Koordinasi Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digelar Kesbangpol Papua Barat Daya di Hotel Belagri and Convention Sorong, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengaruh tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek. Salah satunya adalah perkembangan geopolitik antarnegara, seperti persaingan dan ketegangan yang melibatkan negara-negara besar dan kawasan strategis dunia. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) serta gas.
“Ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memengaruhi rantai pasokan energi dunia. Akibatnya, kita merasakan kenaikan harga BBM dan pasokan gas yang sempat terasa tersendat. Hal ini menjadi perhatian penting agar pihak terkait, seperti Pertamina dan instansi berwenang, terus memantau ketersediaan stok agar kebutuhan mendasar masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.
Selain faktor eksternal, isu yang berkembang di wilayah lain di Indonesia juga berpotensi menjalar ke Papua Barat Daya. Salah satunya adalah gerakan atau tuntutan masyarakat yang meminta penghentian sejumlah program pemerintah serta penurunan atau pembatalan kenaikan harga BBM. Menurutnya, isu-isu semacam ini sering kali menyebar dan bisa memicu reaksi serupa di daerah jika tidak dikelola dengan baik.
“Isu serupa yang berkembang di wilayah Papua Raya, Papua Barat, maupun Papua Selatan dapat dengan cepat menyebar ke daerah kita. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini bisa memicu ketidakpuasan yang berujung pada aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.
Kombespol Angling juga menyoroti permasalahan keamanan yang bersifat lokal namun terus berulang, meskipun aparat kepolisian telah bekerja keras. Salah satunya adalah kasus pencurian kendaraan bermotor. Ia menyampaikan bahwa meskipun Polda dan jajaran Polres serta Polsek di seluruh wilayah telah berhasil menangkap banyak pelaku dan mengungkap kasus, namun kejahatan ini masih saja terjadi.
“Kasus pencurian kendaraan bermotor ini sering kali terungkap dan pelakunya ditangkap, namun masih saja terulang. Ini menunjukkan bahwa penindakan saja tidak cukup. Pencegahan menjadi kunci utama. Kita perlu melibatkan peran keluarga dalam memberikan pendidikan dan pengawasan kepada anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan tersebut,” pesannya.
Selain itu, ia juga menyebutkan potensi konflik sosial yang perlu diwaspadai. Dinamika kehidupan bermasyarakat yang beragam dapat memicu gesekan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa untuk mendeteksi gejala sedini mungkin.
“Kita menyadari bahwa tantangan keamanan saat ini datang dari berbagai arah, baik dari luar maupun dari dalam. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus ditingkatkan, koordinasi diperkuat, dan peran serta masyarakat diharapkan semakin aktif agar segala potensi gangguan dapat dicegah dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” pungkas Kombespol Angling.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah peserta dari berbagai unsur, yaitu anggota Tim Kewaspadaan Dini Provinsi, perwakilan Kesbangpol Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, intelektual, serta unsur intelijen dari TNI, Polri, dan instansi vertikal terkait. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kapolda Papua Barat Daya yang diwakili oleh Direktur Intelkam Polda, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi, serta Sekretaris FKBD sekaligus Rektor Universitas Victory Sorong.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?