Seputar PBD

Raja Ampat Menuju Revalidasi UNESCO: Geofest 2026 Jadi Syarat Penting, Diikuti Geopark Se-Asia

Yosep Bifel

10 Juni 2026, 17:41 WIB

3 min baca
Raja Ampat Menuju Revalidasi UNESCO: Geofest 2026 Jadi Syarat Penting, Diikuti Geopark Se-Asia

Sorong (OikoNews)– Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menegaskan bahwa status Raja Ampat sebagai bagian dari Jaringan Geopark Dunia UNESCO membawa konsekuensi hukum dan tanggung jawab besar. Pernyataan tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di Pelabuhan Falaya Waisai, Kabupaten Raja Ampat, pada Selasa (9/6).

 

Menurut Yusdi, seluruh wilayah yang tergabung dalam jaringan tersebut secara resmi diwajibkan untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan berskala internasional sebagai bentuk komitmen bersama. Salah satu momen krusial yang akan dihadapi Raja Ampat adalah proses revalidasi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2026 mendatang. Penilaian ini akan menjadi penentu apakah Raja Ampat masih layak mempertahankan statusnya sebagai Geopark Dunia, terutama dalam hal keseriusan menjaga kelestarian alam dan warisan geologinya.

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

 

“Karena sudah masuk dalam Geopark UNESCO, maka secara hukum wajib mengikuti kegiatan internasional. Bulan Agustus nanti akan ada revalidasi untuk melihat apakah kita masih berkomitmen menjaga alam atau tidak,” jelas Yusdi.

 

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju revalidasi tersebut, diselenggarakanlah Festival Geologi atau Geofest 2026 yang memiliki cakupan internasional. Yusdi menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan salah satu syarat utama yang harus dipenuhi.

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download

 

“Perlu diketahui, Geofest ini termasuk dalam kategori festival internasional dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan wajib sebelum penilaian revalidasi pada Agustus nanti,” tambahnya.

 

👉Tiga Tahapan Kegiatan Geofest 2026

 

Geofest 2026 dirancang secara bertahap dan melibatkan berbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri. Yusdi menjelaskan bahwa acara ini dibagi menjadi tiga tahapan utama. Pertama, tahap Pre Event yang diselenggarakan di Raja Ampat sebagai tuan rumah pembuka. Selanjutnya, kegiatan utama atau Main Event akan dilaksanakan pada awal Juli mendatang di Danau Toba, Sumatera Utara. Sementara itu, penutupan atau Post Event akan digelar di Lenggong, Malaysia.

 

“Yang hadir saat ini di Raja Ampat adalah perwakilan dari Lenggong Malaysia, Danau Toba, Gunung Sewu, dan Banjarmasin. Mereka semua datang untuk mengikuti rangkaian Geofest ini,” ungkapnya.

 

👉Menelusuri Kearifan Lokal di Teluk Kabuy

 

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta dan tamu undangan diajak untuk mengunjungi Teluk Kabuy. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana kearifan lokal masyarakat setempat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan warisan geologi secara turun-temurun.

 

Di lokasi tersebut, terdapat berbagai peninggalan bersejarah dan kekayaan budaya yang menjadi aset penting Geopark Raja Ampat, mulai dari makam keramat, lukisan purba di dinding batu, hingga situs-situs bersejarah lainnya.

 

“Mereka datang melihat langsung hubungan antara masyarakat masa lalu hingga sekarang dalam menjaga alam. Di Teluk Kabuy banyak terdapat peninggalan purbakala, makam keramat, lukisan purba, hingga situs keluarga yang menjadi kekayaan tak ternilai milik Geopark Raja Ampat,” beber Yusdi.

 

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan ini, diharapkan Raja Ampat dapat menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi alam dan budayanya, sehingga dapat mempertahankan statusnya sebagai Geopark Dunia yang diakui secara internasional.(*)

Editor:  Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.