Optimalkan Dana Otsus, Disnaker Kota Sorong Perbanyak Pelatihan Keterampilan untuk OAP
Sorong, (OikoNews)– Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Tenaga Kerja terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Salah satu program prioritas yang dijalankan adalah menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan guna meningkatkan daya saing dan kualifikasi tenaga kerja bagi para pencari kerja Orang Asli Papua (Pencaker OAP). Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pemerataan kesempatan kerja agar masyarakat lokal dapat bersaing dan berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati Narasabessy, S.STP menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini dilakukan secara bertahap dan bergiliran. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia dan dikelola oleh dinas. Meskipun demikian, komitmen untuk terus memberikan manfaat terbaik bagi warga OAP tetap menjadi prioritas utama.
“Kami secara khusus memanfaatkan dana Otonomi Khusus untuk menyelenggarakan beragam pelatihan yang dikhususkan bagi saudara-saudari kita Orang Asli Papua. Kami memilih dan menyesuaikan jenis pelatihan yang sekiranya benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, sehingga lulusannya nanti dapat segera terserap di pasar kerja,” terang Nurhayati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/6/2026).
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program ini. Kondisi tersebut membuat kuota peserta yang dapat dibuka dalam satu periode pelatihan menjadi terbatas pula. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil adalah sistem pelaksanaan secara bergelombang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga seiring berjalannya waktu.
“Memang kami akui ada keterbatasan dana yang dimiliki, sehingga kuota yang bisa kami buka juga terbatas. Karena itulah pelatihan dilakukan secara bergiliran agar kesempatan dapat dinikmati secara adil. Agar program ini tetap berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak orang, kami pun menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong untuk mendukung penyediaan materi dan fasilitas pelatihan keterampilan tambahan bagi para pencari kerja,” tambahnya.
👉Jenis Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Pasar Kerja
Lebih rinci, Nurhayati menyebutkan bahwa jenis pelatihan yang diselenggarakan menggunakan dana Otsus dipilih berdasarkan kajian kebutuhan pasar kerja yang ada di wilayah Papua Barat Daya. Tujuannya agar keterampilan yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah ini.
Beberapa program pelatihan yang telah dan akan terus dijalankan meliputi pelatihan petugas keamanan atau security, keterampilan mengemudi kendaraan berat seperti dump truk, pengoperasian derek atau crane, hingga penguasaan alat berat jenis ekskavator. Bidang-bidang ini dipilih karena memiliki peluang penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi mengingat pesatnya pembangunan infrastruktur dan sektor jasa di Kota Sorong dan sekitarnya.
Pelatihan ini diselenggarakan dengan pola yang fleksibel; sebagian dilaksanakan langsung di wilayah Kota Sorong, sementara sebagian lainnya mengirimkan peserta untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ke pusat-pusat pelatihan yang berada di luar daerah guna mendapatkan standar kompetensi yang lebih luas dan berkualitas.
“Program pelatihan bagi pencari kerja OAP ini sudah kami laksanakan secara rutin setiap tahunnya, dimulai sejak tahun 2023 hingga saat ini. Meskipun diakui kondisi anggaran yang kami miliki tidaklah cukup ideal dan seringkali terbatas, namun kami terus berusaha sekuat tenaga agar program ini tetap berjalan. Kami tidak ingin hambatan anggaran menjadi alasan untuk berhenti memberdayakan saudara-saudari kita sendiri,” tegasnya.
👉Jumlah Pencari Kerja Menurun, Pertanda Positif
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja juga menyampaikan data terkait kondisi angkatan kerja di Kota Sorong. Berdasarkan hasil rekapitulasi data pencari kerja melalui penerbitan Kartu Pencari Kerja (AK1) pada periode Januari hingga Mei 2026, tercatat jumlah pencari kerja baru mencapai 887 orang.
Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2025, yang tercatat sebanyak 2.769 orang pencari kerja. Penurunan ini dinilai sebagai indikasi positif yang menggembirakan bagi perkembangan ketenagakerjaan di daerah ini.
“Berdasarkan catatan kami hingga bulan Mei, jumlah pencari kerja mengalami penurunan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunannya mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini menjadi kabar baik, di mana salah satu faktornya diduga berkaitan dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan dan mendapatkan kesempatan bekerja, termasuk hasil dari berbagai program pelatihan yang telah kami jalankan selama ini,” jelas Nurhayati.
Ia berharap ke depannya, dukungan pendanaan dapat terus ditingkatkan agar kuota pelatihan dapat diperluas, jenis keterampilan yang ditawarkan semakin beragam, dan pada akhirnya mampu menekan angka pengangguran secara lebih maksimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua secara berkelanjutan.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?