Seputar PBD

ProKlim Kota Sorong: Gerakan Bersama Mewujudkan Kampung Tangguh Iklim dan Lingkungan Berkelanjutan

Oiko_News

07 Juli 2026, 13:03 WIB

5 min baca
ProKlim Kota Sorong: Gerakan Bersama Mewujudkan Kampung Tangguh Iklim dan Lingkungan Berkelanjutan
Artikel Multi-Halaman

Sorong, (OikoNews)- Pemerintah Kota Sorong berkomitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH), Pemerintah kota menggelar kegiatan sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) sekaligus upaya perlindungan sumber mata air dan pembagian bibit tanaman. Kegiatan ini berpusat di Kantor Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat  pada Selasa, 7 Juli 2026, dihadiri oleh para pemangku kepentingan, perwakilan kelurahan, kelompok peduli lingkungan, pelaku usaha, serta warga masyarakat, termasuk unsur Orang Asli Papua sebagai bagian utama sasaran pembangunan.

 

Ket Foto: penyampaian materi sosialisasi oleh Santoso dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., yang hadir mewakili Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH., M.PA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi sekadar isu teoretis, melainkan tantangan nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari. Penanganannya pun tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan menuntut keterlibatan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkat keluarga, lingkungan sekitar, hingga wilayah kelurahan.

 

“Melalui Program Kampung Iklim, kita diajak bersama-sama membangun lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan tangguh menghadapi segala dampak perubahan iklim. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif warga,” tegas Wakil Wali Kota.

 

Pembagian bibit tanaman yang dilakukan menjadi salah satu bentuk aksi nyata dari gerakan penghijauan. Menurut H. Anshar, tanaman yang ditanam dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berlipat ganda: meningkatkan kualitas udara, memperluas daya resap air tanah, menurunkan suhu lingkungan, memperindah pemukiman, bahkan berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi jika dikelola secara berkelanjutan. Ia pun berharap warga tidak sekadar menerima bibit secara simbolis, melainkan merawatnya hingga tumbuh subur dan bermanfaat bagi lingkungan maupun generasi mendatang.

 

Selain upaya penghijauan, pemerintah juga mengimbau warga untuk kembali menghidupkan budaya luhur gotong royong sebagai pondasi utama kebersamaan. Hal ini tercermin dari ajakan melaksanakan kerja bakti secara rutin, menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Selain itu, ketertiban dan keamanan lingkungan juga ditingkatkan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan dan kegiatan ronda warga.

 

Dalam laporannya selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DPPLH Kota Sorong, Angelia J. Wermasubun, S.AN., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dibiayai melalui alokasi Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2025. Langkah ini merupakan bagian strategis untuk memperkuat ketahanan wilayah dan masyarakat melalui serangkaian tindakan adaptasi serta mitigasi dampak iklim yang diterapkan langsung di tingkat kelurahan.

 

“Program ini dirancang agar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua. Selain menjaga lingkungan, upaya ini juga mendukung program prioritas daerah, terutama penurunan angka stunting dan gizi buruk, karena kesehatan masyarakat sangat erat kaitannya dengan lingkungan yang bersih, sehat, serta sumber daya alam yang tetap terjaga kualitasnya,” jelas Angelia yang akrab disapa Enjel.

 

Secara rinci, tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini meliputi tiga hal pokok:

 

1. Meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif seluruh warga terhadap konsep dan penerapan Program Kampung Iklim;

2. Melindungi, melestarikan, dan menata sumber mata air sebagai penyangga utama ketersediaan air bersih dan kelangsungan hidup lingkungan;

3. Mendorong gerakan penghijauan luas melalui pembagian bibit tanaman produktif maupun pelindung lingkungan agar wilayah Kota Sorong semakin asri, sejuk, dan nyaman ditinggali.

 

Sosialisasi ProKlim dan perlindungan mata air telah dilaksanakan secara bertahap sebagai bentuk jangkauan yang merata. Tahap pertama berlangsung pada 1 Juli 2026 di Aula SMK YPK  Imanuel Remu Sorong, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 7 Juli 2026 di Kantor Kelurahan Klawasi.

 

Materi yang disampaikan dirangkai menjadi tiga pilar kegiatan utama yang saling melengkapi:

 

- Sosialisasi Program Kampung Iklim: Memperkenalkan konsep dasar, manfaat, serta langkah-langkah nyata yang dapat dilakukan warga untuk menjaga keseimbangan iklim di lingkungan masing-masing secara sederhana namun berdampak luas.

- Sosialisasi Perlindungan Mata Air: Menekankan pentingnya pembangunan bangunan pelindung, penataan kawasan, serta pemeliharaan sumber air agar tetap terjaga mutunya, bebas dari pencemaran, dan tersedia sepanjang tahun bagi kebutuhan warga. Dalam pelaksanaannya, upaya fisik perlindungan mata air telah dilakukan di tiga titik lokasi strategis: dua titik di wilayah Kelurahan Klasabi dan satu titik di Kelurahan Klawasi.

- Pembagian Bibit Tanaman: Melibatkan pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, serta pelaku usaha dalam penyaluran bibit yang nantinya akan ditanam dan dipelihara secara mandiri oleh warga di lingkungan sekitar.

 

Ket Foto: Pembagian bibit tanaman yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Anshar Karim.

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh berbagai unsur perwakilan wilayah, mencakup kelurahan dari Distrik Sorong Barat yakni Klawasi, Pal Putih, Puncak Cendrawasih; serta dari Distrik Sorong Kota meliputi Kampung Baru, Klabala, Klakublik, dan Klasuur. Turut hadir menyaksikan dan mendukung kegiatan antara lain Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sorong Dra. Martha Karsau, perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua, para kepala kelurahan, pelaku usaha, serta perwakilan masyarakat luas.

 

👉MENUJU KOTA SORONG YANG BERSIH, HIJAU, DAN BERDAYA SAING

 

Seluruh rangkaian upaya ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kota Sorong untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, aman, hijau, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya. Keberhasilan Program Kampung Iklim diharapkan mampu melahirkan kawasan-kawasan kelurahan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan iklim dan bencana lingkungan.

 

Lebih jauh lagi, gerakan ini menjadi bukti nyata kekuatan kerja sama menyatukan peran pemerintah daerah, dukungan kebijakan tingkat provinsi, kontribusi dunia usaha, serta peran utama masyarakat, termasuk nilai-nilai kearifan lokal Orang Asli Papua yang senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam. Dengan fondasi yang kuat ini, Kota Sorong terus melangkah menjadi wilayah yang maju pembangunannya namun tetap lestari lingkungannya demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.(*)

Editor: Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.