Gubernur Elisa Apresiasi Kehadiran Mahasiswa KKN UGM : Anggota KAGAMA Sorong Sellvyana Sangkek Sampaikan Pesan Catur Dharma
Sorong, (OikoNews) – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kehadiran mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Periode II Tahun 2026 di Kabupaten Raja Ampat. Pernyataan itu disampaikan dalam acara penyambutan sekaligus pelepasan para mahasiswa yang berlangsung di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Sorong, Jumat (26/6/2026).

Menurut Gubernur Elisa, kehadiran mahasiswa UGM untuk mengabdi di Papua Barat Daya merupakan wujud komitmen dan perhatian nyata terhadap pembangunan di tanah Papua. “Kami sangat beruntung dan saya percaya bahwa keputusan UGM memilih Papua Barat Daya sebagai salah satu lokus KKN tahun ini bukanlah kebetulan, melainkan karena adanya komitmen kuat serta rasa tanggung jawab moral untuk terus hadir bersama masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elisa Kambu menegaskan bahwa kemajuan Papua tidak dapat dicapai sendirian, melainkan memerlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. UGM dinilai telah menunjukkan komitmen nyata untuk terus berdampingan dengan rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Papua, dalam menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran mahasiswa di Raja Ampat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa. Acara ini pun menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Raja Ampat.

Ket Foto: Dr Sellvyana Sangkek,SE.,M.Si memberikan arahan
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si yang merupakan anggota KAGAMA Soraya Papua Barat Daya sekaligus pejabat di lingkungan Pemprov Papua Barat Daya, juga menyambut hangat kehadiran para mahasiswa mewakili keluarga besar Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Cabang Sorong/Papua Barat Daya. Acara ini dihadiri pengurus KAGAMA, pendamping lapangan, perangkat daerah, serta rombongan mahasiswa yang akan ditempatkan di berbagai wilayah.
Dalam pesannya, Sellvyana mengingatkan para mahasiswa bahwa kini mereka tidak lagi berada di zona nyaman kampus Bulaksumur, melainkan berdiri di garis depan pembangunan Indonesia Timur. “Di sini kalian akan temukan kekayaan alam luar biasa, keramahan masyarakat adat yang tulus, sekaligus tantangan nyata. Jadikan perbedaan ini sebagai guru terbaik kalian,” ujarnya.
Sebagai senior yang lama berkarya di wilayah ini, ia menyampaikan empat pesan kunci yang disebut “Catur Dharma” pengabdian di Bumi Papua Barat Daya:
Pertama, Hormati Kearifan Lokal Sebelum Mengajar. Jangan datang dengan sikap merasa “paling tahu”. Dengarkan cerita tetua adat, pahami struktur sosial kampung, dan pelajari bahasa setempat. “Pengabdian sukses dimulai dari rasa hormat, bukan gelar akademik. Ketulusan hati jauh lebih dihargai daripada teori muluk-muluk,” tegasnya.
Kedua, Fokus pada Dampak Nyata, Bukan Seremonial. Pastikan program seperti pengolahan sagu, literasi digital, atau pendampingan UMKM benar-benar dibutuhkan dan memiliki strategi keberlanjutan agar tidak berhenti saat kalian pulang. “Tinggalkan warisan, bukan sekadar kenangan,” ujarnya.
Ketiga, Jaga Nama Baik Almamater dan Bangsa. Kalian adalah wajah UGM dan representasi pemuda Indonesia di mata masyarakat. Tunjukkan integritas, disiplin, dan kerendahan hati. Ingat pesan almamater: Urip Iku Urup—hidup itu harus memberi manfaat bagi orang lain.
Keempat, Bangun Jaringan dengan Pemangku Kepentingan Lokal. Pengabdian tidak bisa dilakukan sendiri. “Kami para alumni siap menjadi mentor dan fasilitator. KAGAMA adalah rumah kalian di perantauan,” jelasnya.
Sellvyana juga menekankan Papua Barat Daya adalah provinsi baru dengan dinamika unik, sehingga mahasiswa diminta menggunakan pendekatan humanis dan inklusif, serta menjadikan KKN sebagai jembatan pemahaman antarbudaya, bukan sekadar transfer ilmu satu arah. Di akhir pesannya, ia mendoakan keselamatan dan kelancaran tugas para mahasiswa. “Selamat mengabdi, selamat berkarya, dan jadilah cahaya bagi Papua Barat Daya! Salam Gadjah Mada! Dari Kampus Untuk Indonesia, Dari Papua Barat Daya Untuk Dunia!” tutupnya.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?