Elisa Kambu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat Daya Masa Bakti 2026–2030
Sorong, (OikoNews)– Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat Daya untuk masa bakti 2026–2030. Upacara pelantikan berlangsung di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong Rabu malam (29/7/2026), ditandai dengan penyerahan amanah langsung dari Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman.
Proses penetapan kepengurusan bermula dari pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang menjadikan pemilihan ketua umum definitif dan pengurus KONI Papua Barat Daya periode 2026–2030 sebagai agenda utama. Usai acara pembukaan Musorprovlub, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pleno yang dipimpin oleh Caretaker Ketua KONI Papua Barat Daya, Mayjen TNI (Purn.) Eko Budi Soepriyono.
Dalam forum tersebut, secara aklamasi ditetapkan Elisa Kambu sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat Daya periode 2026–2030. Pantauan media, usai terpilih secara aklamasi sekitar pukul 14.00 WIT, rapat pleno dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan penetapan kepengurusan baru tersebut.

Usai dikukuhkan, Elisa Kambu menyampaikan ajakan tegas kepada seluruh insan olahraga di wilayahnya untuk memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi yang kokoh. Menurutnya, sinergi menjadi kunci utama agar Papua Barat Daya mampu melahirkan prestasi olahraga yang membanggakan di kancah nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Elisa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ketua Umum KONI Pusat beserta jajaran yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh sehingga proses pembentukan kepengurusan KONI Papua Barat Daya dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Ia menyadari bahwa amanah yang baru dipikul tidak akan dapat dijalankan secara maksimal tanpa dukungan luas dari berbagai pihak.
“Kepengurusan yang baru tidak akan mampu menjalankan amanah ini tanpa dukungan seluruh cabang olahraga, pemerintah, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan. KONI adalah rumah besar olahraga. Tugas kami adalah mengonsolidasikan seluruh potensi yang dimiliki cabang olahraga agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Papua Barat Daya di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya dengan tegas.

Sambutan Ketua Umum KONI Papua Barat Daya, Elisa Kambu,S.Sos
Untuk mewujudkan target tersebut, Elisa memastikan kepengurusan baru akan segera melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Langkah konkret yang akan diambil antara lain menyusun program kerja yang jelas, membentuk kepengurusan KONI di tingkat kabupaten/kota, serta memperkuat organisasi cabang olahraga di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan matang menghadapi rangkaian agenda olahraga nasional mendatang, mulai dari Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON), PON XXII tahun 2028, hingga berbagai kejuaraan nasional lainnya.
“Kita akan bekerja dengan skala prioritas. Pembinaan akan difokuskan pada cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih prestasi sehingga Papua Barat Daya mampu tampil lebih kompetitif di tingkat nasional,” tegasnya.

Pengukuhan Ketua Umum dan jajaran Pengurus KONI Papua Barat Daya periode 2026-2030 oleh Ketua Umum KONI Pusat.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan keyakinan penuh bahwa di bawah kepemimpinan Elisa Kambu, prestasi olahraga Papua Barat Daya akan mengalami peningkatan yang signifikan. Ia mengingat capaian bersejarah pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara tahun 2024, di mana Papua Barat Daya tampil untuk pertama kalinya sebagai daerah otonomi baru dan berhasil mengukir sejarah dengan meraih dua medali emas serta empat medali perunggu.
“Saya optimistis pada PON XXII tahun 2028 nanti Papua Barat Daya akan meraih hasil yang jauh lebih baik,” ucap Marciano.
Ia menyarankan agar pembinaan atlet dilakukan secara fokus pada cabang olahraga unggulan yang telah terbukti mampu menghasilkan prestasi, antara lain kempo, olahraga bermotor, kickboxing, serta sejumlah cabang bela diri lainnya.
Selain itu, Marciano menjelaskan bahwa KONI Pusat telah menyiapkan rangkaian agenda nasional sebagai pijakan pembinaan atlet menuju PON XXII. Tahun 2026 akan diisi dengan Pekan Olahraga Nasional Bela Diri dan Pekan Olahraga Nasional Pantai, dilanjutkan pada tahun 2027 dengan PON Indoor serta PON Remaja. Rangkaian kompetisi ini menjadi peluang berharga bagi daerah untuk mengasah dan mempersiapkan atlet terbaik. Ia juga menggarisbawahi bahwa PON 2028 akan lebih memprioritaskan cabang olahraga Olimpiade sebagai bagian dari upaya jangka panjang meningkatkan prestasi Indonesia di ajang Olimpiade.
Marciano juga mendorong keterlibatan lintas sektor—perguruan tinggi, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan melalui pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi secara rutin. Lebih jauh, ia menilai Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional berkat dukungan potensi alam, ketersediaan fasilitas, serta semangat masyarakat yang tinggi dalam memajukan olahraga.
“Papua Barat Daya tidak hanya memiliki potensi melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga berpeluang menjadi destinasi sport tourism yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event-event olahraga berskala nasional,” tutup Marciano.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?