Kesehatan

Dinkes Papua Barat Daya Gelar Workshop Manajemen Resiko bagi Puskesmas Kabupaten dan Kota

Oiko_News

18 Mei 2026, 18:14 WIB

3 min baca
Dinkes Papua Barat Daya Gelar Workshop Manajemen Resiko bagi Puskesmas Kabupaten dan Kota
Artikel Multi-Halaman

Sorong (OikoNews)- Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  Provinsi Papua Barat Daya menggelar Workshop Manajemen Resiko bagi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua Barat Daya.

Workshop bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk memberikan pelayanan  yang aman, efektif, dan berkualitas.

Kegiatan ini berlangsung tiga hari, bertempat di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong, Senin (18/5/2026). Pelaksana tugas (Plt)Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya dr. Jan Pieter E.A. Kambu, Sp.OG, menegaskan pentingnya manajemen resiko bagi pelayan kesehatan di setiap Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. 

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

Ket Foto : (Plt)Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya dr. Jan Pieter E.A. Kambu, Sp.OG, ketika memberikan keterangan 

Ia menjelaskan bahwa penerapan manajemen resiko itu menyangkut bagaimana mendeteksi secara dini obat, alat, bahan yang dipakai sehingga tidak beresiko terhadap pasien maupun petugas kesehatan. "Contoh seperti benda tajam;  pisau, gunting , kemudian bahan-bahan kimia. Nah, menggunakannya harus sesuai prosedur atau aturan pelayanan  kesehatan," jelasnya kepada awak media usai membuka kegiatan Workshop.

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download

Ket. Foto : Perserta Pelatihan Workshop Manajemen Resiko bagi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua Barat Daya

Selain itu, katanya, pelaksanaan manajemen resiko ini juga penting karena bagian dari penilaian  akreditasi Puskesmas. Menurut dr Jan Kambu, beberapa Puskesmas di Papua Barat Daya belum menjalankan pelayanan dengan baik. Oleh karena itu  workshop ini bertujuan mendorong Puskesmas-puskesmas melaksanakan manajemen resiko dengan sebaik-baiknya.

"Tujuan kegiatan ini, juga untuk mendorong Puskesmas-puskesmas melaksanakan manajemen resiko sesuai standar yang ditetapkan,"ungkapnya.

Ket Foto : Pemukulan Tifa tanda dibukanya Acara Workshop dan Sesi Foto Bersama

 

Lebih lanjut Yan Pieter mengharapkan agar  dengan mengikuti kegiatan tersebut, setiap Puskesmas dapat berbenah diri , memperbaiki manajemen  pelayanan terutama meningkatkan kualitas pelayanan demi  keselamatan pasien dan petugas kesehatan itu sendiri.

 

Dia menyebut di Papua Barat Daya ada 129 Puskesmas , dimana 16 Puskesmas  sudah paripurna akreditasi,  30 Puskesmas belum  sama sekali dan sisanya  proses menuju akreditasi.

Ia menambahkan, syarat akreditasi puskesmas meliputi pemenuhan kelayakan administrasi (izin operasional dan registrasi Kemenkes), ketersediaan SDM (kepala puskesmas dan tenaga medis), serta standar pelayanan yang mencakup tata kelola, manajemen program, dan peningkatan mutu klinis.

 

Ketua Panitia Kegiatan Workshop, Yanto Yumame, SKM.,M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa giat tersebut diikuti perwakilan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta peserta dari berbagai fasilitas  kesehatan (faskes ) tingkat pertama di wilayah Papua Barat Daya. 

Ket. Foto : Laporan Ketua Panitia Kegiatan Workshop, Yanto Yumame, SKM.,M.Kes 

Yanto mengemukakan bahwa rujukan pelaksanaan workshop manajemen resiko bagi Puskesmas adalah Undang-undang Kesehatan , Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang standar pelayanan kesehatan dan ketentuan akreditasi Puskesmas.

Dikatakan, dalam Perpres nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), bahwa tahun 2029 semua Puskesmas sudah harus terakreditasi.

 "Akreditasinya itu harus paripurna, sehingga kegiatan workshop manajemen resiko yang kita adakan ini tujuannya untuk proses akreditasi Puskesmas,"ujarnya.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi kesehatan dan tenaga ahli di bidang manajemen pelayanan Kesehatan antar lain : Yulinda Maula Jitmau.S.Tr.Keb.Bdn.M.Kes, dr. Wahyuni Dwi Dianingsih, M.M dan Yanto Yumame,SKM.M.Kes

Ket Foto : Narasumber 1 : Yulinda Maula Jitmau.S.Tr.Keb.Bdn.M.Kes

 

Ket. Foto : Narasumber 2 : dr. Wahyuni Dwi Dianingsih

Ket Foto : Narasumber 3 : Yanto Yumame,SKM.M.Kes

 

Diharapkan melalui workshop ini, seluruh puskesmas di tingkat kabupaten/kota dapat semakin siap dalam menerapkan sistem manajemen risiko secara terstruktur demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(*)

 

Editor: Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.