Dinkes Papua Barat Daya Gelar Workshop Manajemen Resiko bagi Puskesmas Kabupaten dan Kota
Sorong (OikoNews)- Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya menggelar Workshop Manajemen Resiko bagi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua Barat Daya.
Workshop bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berkualitas.
Kegiatan ini berlangsung tiga hari, bertempat di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong, Senin (18/5/2026). Pelaksana tugas (Plt)Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya dr. Jan Pieter E.A. Kambu, Sp.OG, menegaskan pentingnya manajemen resiko bagi pelayan kesehatan di setiap Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Ket Foto : (Plt)Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Barat Daya dr. Jan Pieter E.A. Kambu, Sp.OG, ketika memberikan keterangan
Ia menjelaskan bahwa penerapan manajemen resiko itu menyangkut bagaimana mendeteksi secara dini obat, alat, bahan yang dipakai sehingga tidak beresiko terhadap pasien maupun petugas kesehatan. "Contoh seperti benda tajam; pisau, gunting , kemudian bahan-bahan kimia. Nah, menggunakannya harus sesuai prosedur atau aturan pelayanan kesehatan," jelasnya kepada awak media usai membuka kegiatan Workshop.

Ket. Foto : Perserta Pelatihan Workshop Manajemen Resiko bagi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua Barat Daya
Selain itu, katanya, pelaksanaan manajemen resiko ini juga penting karena bagian dari penilaian akreditasi Puskesmas. Menurut dr Jan Kambu, beberapa Puskesmas di Papua Barat Daya belum menjalankan pelayanan dengan baik. Oleh karena itu workshop ini bertujuan mendorong Puskesmas-puskesmas melaksanakan manajemen resiko dengan sebaik-baiknya.
"Tujuan kegiatan ini, juga untuk mendorong Puskesmas-puskesmas melaksanakan manajemen resiko sesuai standar yang ditetapkan,"ungkapnya.


Ket Foto : Pemukulan Tifa tanda dibukanya Acara Workshop dan Sesi Foto Bersama
Lebih lanjut Yan Pieter mengharapkan agar dengan mengikuti kegiatan tersebut, setiap Puskesmas dapat berbenah diri , memperbaiki manajemen pelayanan terutama meningkatkan kualitas pelayanan demi keselamatan pasien dan petugas kesehatan itu sendiri.
Dia menyebut di Papua Barat Daya ada 129 Puskesmas , dimana 16 Puskesmas sudah paripurna akreditasi, 30 Puskesmas belum sama sekali dan sisanya proses menuju akreditasi.
Ia menambahkan, syarat akreditasi puskesmas meliputi pemenuhan kelayakan administrasi (izin operasional dan registrasi Kemenkes), ketersediaan SDM (kepala puskesmas dan tenaga medis), serta standar pelayanan yang mencakup tata kelola, manajemen program, dan peningkatan mutu klinis.
Ketua Panitia Kegiatan Workshop, Yanto Yumame, SKM.,M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa giat tersebut diikuti perwakilan kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta peserta dari berbagai fasilitas kesehatan (faskes ) tingkat pertama di wilayah Papua Barat Daya.

Ket. Foto : Laporan Ketua Panitia Kegiatan Workshop, Yanto Yumame, SKM.,M.Kes
Yanto mengemukakan bahwa rujukan pelaksanaan workshop manajemen resiko bagi Puskesmas adalah Undang-undang Kesehatan , Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang standar pelayanan kesehatan dan ketentuan akreditasi Puskesmas.
Dikatakan, dalam Perpres nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), bahwa tahun 2029 semua Puskesmas sudah harus terakreditasi.
"Akreditasinya itu harus paripurna, sehingga kegiatan workshop manajemen resiko yang kita adakan ini tujuannya untuk proses akreditasi Puskesmas,"ujarnya.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi kesehatan dan tenaga ahli di bidang manajemen pelayanan Kesehatan antar lain : Yulinda Maula Jitmau.S.Tr.Keb.Bdn.M.Kes, dr. Wahyuni Dwi Dianingsih, M.M dan Yanto Yumame,SKM.M.Kes

Ket Foto : Narasumber 1 : Yulinda Maula Jitmau.S.Tr.Keb.Bdn.M.Kes

Ket. Foto : Narasumber 2 : dr. Wahyuni Dwi Dianingsih

Ket Foto : Narasumber 3 : Yanto Yumame,SKM.M.Kes
Diharapkan melalui workshop ini, seluruh puskesmas di tingkat kabupaten/kota dapat semakin siap dalam menerapkan sistem manajemen risiko secara terstruktur demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?