Seputar PBD

Wakili Gubernur, Plt. Kadis Perindag PBD Buka Sosialisasi SIINas di Waisai: “Data Akurat Adalah Kunci Akses Fasilitas Industri Nasional bagi IKM OAP”

Oiko_News

20 Agustus 2026, 06:38 WIB

4 min baca
Wakili Gubernur, Plt. Kadis Perindag PBD Buka Sosialisasi SIINas di Waisai: “Data Akurat Adalah Kunci Akses Fasilitas Industri Nasional bagi IKM OAP”
Artikel Multi-Halaman

WAIASAI, (OikoNews)– Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangke, SE., M.Si., mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendaftaran Akun Industri Kecil Menengah Orang Asli Papua (IKM OAP) pada Aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Kegiatan strategis ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2026, di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, dan diikuti oleh puluhan pelaku usaha IKM dari berbagai distrik di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Sellvyana menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di Raja Ampat bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bukti komitmen nyata untuk memetakan, memberdayakan, dan mengangkat potensi industri lokal melalui sistem digital yang terstandar secara nasional.

"Kehadiran Bapak Gubernur yang diwakili oleh saya hari ini menegaskan bahwa pengembangan IKM OAP adalah prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. SIINas bukan sekadar aplikasi pendataan, melainkan sebuah 'jembatan emas' yang akan menghubungkan usaha mikro kita dengan berbagai fasilitas dan dukungan dari negara," ujar Dr. Sellvyana saat membuka acara secara resmi.

Urgensi Digitalisasi Data Industri Lokal

Berdasarkan arahan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, data yang tercatat secara resmi dalam SIINas kini menjadi prasyarat mutlak bagi setiap IKM untuk dapat mengakses berbagai program afirmasi pemerintah, mulai dari bantuan mesin dan peralatan produksi, pelatihan vokasi, dukungan sertifikasi produk, hingga akses pasar yang lebih luas dan pembiayaan KUR Khusus OAP. Tanpa terdaftar dalam SIINas, usaha IKM OAP berisiko tidak terpetakan dalam peta perencanaan pembangunan industri nasional maupun daerah, sehingga terlewatkan dari berbagai peluang dukungan yang tersedia.

Dr. Sellvyana menjelaskan bahwa pemilihan Waisai sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini memiliki makna strategis yang sangat dalam. Sebagai destinasi pariwisata dunia, Raja Ampat harus mampu menampilkan produk industri kreatif dan olahan pangan lokal yang berkualitas tinggi, tersertifikasi, serta terdata dengan rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Ketika wisatawan dari berbagai negara datang ke Raja Ampat, mereka harus dapat menemukan produk buatan tangan anak negeri yang legalitas dan kualitasnya dapat dilacak melalui sistem digital nasional. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi yang nyata di tengah geliat pariwisata yang terus berkembang pesat," jelasnya.

Target Operasional dan Pendampingan Intensif

Kegiatan sosialisasi ini menargetkan pendaftaran minimal 50 akun IKM OAP baru yang bergerak di sektor pengolahan sagu, perikanan, kerajinan anyaman, dan kopi. Tim teknis dari Dinas Perindag Papua Barat Daya bersama narasumber dari Kementerian Perindustrian RI memberikan pendampingan langsung secara hands-on kepada para peserta, mulai dari tahap pembuatan akun, pengisian profil usaha secara lengkap dan akurat, hingga simulasi pelaporan triwulanan atau e-Reporting yang wajib dilakukan secara berkala.

"Kami tidak ingin peserta hanya mendaftar lalu meninggalkan aplikasinya begitu saja. Pendampingan akan terus berlanjut bahkan setelah kegiatan ini selesai, untuk memastikan akun tetap aktif dan data diperbarui secara berkala. Data yang hidup dan terus diperbarui adalah data yang bermanfaat bagi kita semua," tegas Dr. Sellvyana.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Raja Ampat

Bupati Raja Ampat yang turut hadir dalam kegiatan ini menyambut baik inisiatif strategis dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tersebut. Ia menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk mengintegrasikan data SIINas dengan program pemberdayaan UMKM yang sedang berjalan di daerahnya, serta berkomitmen memfasilitasi ruang pamer permanen bagi produk-produk IKM OAP yang telah terdaftar di SIINas, baik di Bandara Domine Eduard Osok Sorong maupun di Pelabuhan Waisai.

Kegiatan sosialisasi dan pendaftaran SIINas ini sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di bidang industri, serta wujud nyata implementasi tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" dalam skala lokal Papua Barat Daya. Dengan terdatanya IKM OAP secara lengkap dan akurat di SIINas, diharapkan rantai pasok industri lokal semakin kuat, transparan, dan semakin berdaya saing di kancah nasional maupun global.

Untuk diketahui,  Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) adalah platform digital milik Kementerian Perindustrian RI yang berfungsi sebagai basis data tunggal industri nasional. Platform ini memfasilitasi pendataan, pelaporan, dan akses informasi kebijakan industri bagi seluruh pelaku usaha industri di Indonesia, termasuk IKM OAP di wilayah Papua dan Papua Barat Daya.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.