Seputar PBD

Usia ke-23 Kabupaten Sorsel: LMA NASAWAT/Sawiat Ajak Masyarakat Tetap Dukung Pemerintah dan Realistis dalam Memberikan Penilaian

Oiko_News

06 Agustus 2026, 18:24 WIB

3 min baca
Usia ke-23 Kabupaten Sorsel: LMA NASAWAT/Sawiat Ajak  Masyarakat Tetap Dukung Pemerintah dan  Realistis dalam Memberikan Penilaian
Artikel Multi-Halaman

SORONG SELATAN (OikoNews) – Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) merayakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Sorong Selatan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam perayaan ini, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) NASAWAT/Sawiat Kabupaten Sorong Selatan, Yonadap Trogea, SE., menyampaikan pandangan mendalam mengenai perjalanan daerah, kemajuan yang diraih, serta harapan dan dukungan masyarakat adat terhadap pemerintahan daerah.

👉Usia 23 Tahun, Masuk Masa Pemuda

“Dirgahayu ke-23 Kabupaten Sorong Selatan. Sejak lahir pada 6 Agustus 2003 hingga hari ini, usia 23 tahun berarti Sorong Selatan telah memasuki masa pemuda, masa yang penuh semangat dan tanggung jawab baru,” ujar Yonadap Trogea membuka pernyataannya, Kamis (6/8/2026).

Ia mengenang perjuangan panjang para tokoh pemekaran dan masyarakat sejak awal berdirinya kabupaten ini. Selama 23 tahun perjalanan, kepemimpinan berganti dari masa-masa awal pembentukan, dua periode pertama di bawah kepemimpinan Bupati  Drs Otto Ihalauw,MA bersama Wakil Bupati hingga dilanjutkan dua periode berikutnya di bawah Bupati Syamsudin Anggiluli, SE beserta Wakil Bupati.

“Kita harus mengakui banyak kemajuan yang telah dibangun. Mulai dari infrastruktur, terobosan pembukaan wilayah baru yang kini menjadi distrik, hingga jangkauan pelayanan ke kampung-kampung. Jalan, jembatan, perumahan, listrik, pendidikan, dan kesehatan, banyak yang telah terwujud. Namun kita juga jujur, masih banyak hal yang terus menjadi pergumulan bersama,” jelasnya.

👉Satu Tahun Enam Bulan Pemerintahan Baru: Wajar Ada Tantangan

Yonadap menyoroti perjalanan pemerintahan Bupati Petronela Krenak, S.Sos.,M. Tr. Ap dan Wakil Bupati Yohan Bodori,S.Sos., M.Tr.Ap  yang telah menjabat sejak 20 Februari 2025, berarti telah berjalan sekitar satu tahun enam bulan. Menurutnya, mewujudkan visi, misi, dan program yang disampaikan saat kampanye ke dalam kenyataan pemerintahan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

“Penilaian publik yang menyampaikan masih banyak kekurangan itu wajar. Itulah konsekuensi Bupati -Wakil Bupati dipilih langsung oleh masyarakat, kritik adalah hal yang sah. Namun demikian, kritik hendaknya tidak bersifat tendensius melainkan realistis melihat dinamika yang terjadi. Apalagi kemampuan fiskal kita masih terbatas ditambah lagi kebijakan efisiensi anggaran,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pengamatannya bahwa masih terdapat perbedaan pandangan internal lingkungan pemerintah yang terlihat dari informasi yang tersebar ke publik. Hal ini perlu segera disatukan agar tidak melemahkan kinerja pelayanan dan pembangunan. “Kami berharap Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh pimpinan Perangkat Daerah senantiasa berjalan satu arah. Jangan ada kebocoran-kebocoran yang justru menimbulkan pandangan negatif di tengah masyarakat,” imbaunya.

 

👉Masuk Tahun Politik, Tetap Fokus Layani Masyarakat

Mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati masih tersisa sekitar tiga tahun empat bulan, dan tahun 2028, 2029 akan memasuki  tahun politik di mana mulai persiapan pemilihan kepala daerah serta pemilihan legislatif dan presiden, maka Yonadap berharap hal ini tidak mengganggu ritme pembangunan.

“Masyarakat menantikan agar program-program prioritas tetap berjalan. Harus jelas, program apa yang menjadi andalan, yang paling utama dan paling mendesak untuk dilaksanakan. Jangan karena keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, maka pembangunan menjadi terabaikan,” ujar Yonadap mengingatkan.

 

👉Tetap Dukung Pemerintah, Berdoa dan Bersatu

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat, Yonadap menegaskan dukungan penuh lembaga adat kepada pemerintah daerah. Segala persoalan yang muncul di masyarakat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah dan lembaga adat.

“Sudah 23 tahun kita berdiri. Sudah seharusnya tingkat kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Saran saya: mari kita berdoa agar Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan. Mari kita dukung pembangunan yang nyata, yang benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, maupun kebutuhan dasar warga,” pungkas Yonadap Trogea penuh harapan.(*)

 

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.