Seputar PBD

Tutup Workshop Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru SLB, Kadis Pendidikan Papua Barat Daya Tekankan Penerapan Ilmu dan Kepemimpinan Profesional

Oiko_News

31 Juli 2026, 18:12 WIB

3 min baca
Tutup Workshop Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru SLB, Kadis Pendidikan Papua Barat Daya Tekankan Penerapan Ilmu dan Kepemimpinan Profesional
Artikel Multi-Halaman

Sorong, (OikoNews) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, SH., M.Si, secara resmi menutup kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Kamis hingga Jumat (30–31/7/2026), bertempat di Hotel Rylich Panorama, Sorong, ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, SH.,M.Si menyampaikan sambutan

Dalam sambutan penutupnya, Adolof Kambuaya meminta seluruh peserta untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan, melainkan menerapkan secara nyata ilmu dan pemahaman yang telah diperoleh selama workshop di sekolah masing-masing. Terutama bagi para kepala sekolah, ia menekankan pentingnya memperkaya wawasan dan kemampuan memimpin agar penyelenggaraan pendidikan berjalan tertib dan berkualitas.

“Kepala sekolah adalah pemimpin. Tiga hal utama yang harus dikelola dengan baik adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kebijakan tata kelola sekolah. Semua itu harus dipahami dan diterapkan secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia memberi contoh konkret, seperti penempatan dan pembagian tugas pegawai yang harus sesuai kemampuan dan kebutuhan, bukan atas dasar keakraban atau pertimbangan sempit. Jika hal ini diabaikan, maka akan muncul apa yang disebutnya sebagai “penyakit birokrasi” atau patologi organisasi di mana tampak baik di luar, namun di dalamnya sudah rapuh dan tidak sehat.

“Jangan sampai tampak bagus di luar, padahal di dalamnya sudah rusak. Kepala sekolah harus menghindari keberpihakan dan kekeluargaan dalam pengambilan keputusan. Segala sesuatu harus berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pembagian tugas, pengelolaan keuangan, pemanfaatan sarana, semuanya harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Adolof juga menekankan pentingnya kemampuan menjalin kerja sama dan koordinasi, baik ke atas maupun ke luar. Termasuk menyusun perencanaan dan pelaporan yang selaras dengan program Dinas Pendidikan, serta membangun kemitraan dengan instansi terkait di lingkungan sekolah, seperti Puskesmas dan dinas-dinas terkait lainnya. Hal ini menjadi sangat penting, terlebih lagi karena SLB menangani anak berkebutuhan khusus yang memerlukan penanganan pendekatan yang lebih khusus dan terpadu.

“Kami yakin, apabila dikelola dengan jujur, sungguh-sungguh, dan penuh ketulusan, hal-hal yang tampaknya mustahil pun dapat terwujud. Anak-anak yang memiliki keterbatasan pun dapat belajar, berkembang, dan meraih kemampuan yang luar biasa. Itu semua akan terjadi apabila kita bekerja dengan tulus dan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Kepada seluruh peserta, baik yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah maupun calon kepala sekolah, Adolof meminta agar materi yang telah disampaikan selama dua hari ini tidak disia-siakan. Ia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah datang jauh dari Manokwari untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

“Terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir dari jauh untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di Papua Barat Daya. Terima kasih pula kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang senantiasa menjadi mitra setia kami dalam membangun pendidikan. Hasil dari apa yang kita lakukan hari ini mungkin belum terlihat seketika, namun nanti akan terlihat buahnya di masa mendatang,” ucapnya.

Adolof juga berpesan kepada peserta yang berasal dari daerah jauh seperti Raja Ampat dan Kabupaten Sorong agar senantiasa semangat dan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Erdia Msiren, S.Pd., M.Si, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta, narasumber, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar hingga selesai.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.