Seputar PBD

Perkuat Ekonomi Lokal, Dinsos P3A Papua Barat Daya Gelar Pelatihan Anyaman bagi 50 Perempuan OAP

Oiko_News

16 Juli 2026, 16:13 WIB

3 min baca
Perkuat Ekonomi Lokal, Dinsos P3A Papua Barat Daya Gelar Pelatihan Anyaman bagi 50 Perempuan OAP
Artikel Multi-Halaman

Sorong, (OikoNews) – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan anyaman khusus bagi 50 perempuan Orang Asli Papua (OAP), pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Rylic Panorama Hotel Sorong ini, menjadi langkah nyata memperkuat ekonomi lokal yang berakar pada potensi budaya dan kearifan setempat.

 Kegiatan dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Daya, Viktor F. Sollosa turut didampingi Kadis Sosial P3A Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw, SH.,MH., Kadis Koperasi dan UKM Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE.,M.Si dan pejabat lainnya.

Keterangan: Pemukulan Tifa oleh Asisten II menandai pembukaan kegiatan pelatihan. (FOTO: OikoNews/YB)

Berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026, pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pemerintah provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah melalui pemberdayaan masyarakat.

 

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Rosita Y Wanane.SE.,M.AP dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berlandaskan pada program kerja pemerintah provinsi tahun berjalan, upaya meningkatkan kualitas layanan pemberdayaan perempuan, serta kebutuhan mendesak akan peningkatan keterampilan ekonomi produktif bagi kaum perempuan.

Ket Foto: Penyematan kartu tanda peserta pelatihan oleh Asisten II, Viktor Sollosa dan Kadis Sosial P3A, Anece Nauw  kepada perwakilan peserta.

“Pelatihan ini bertujuan untuk empat hal utama yakni, meningkatkan kapasitas lembaga penyedia layanan pemberdayaan perempuan, mengasah keterampilan peserta di bidang anyaman berbasis kearifan lokal, mendorong kemandirian ekonomi perempuan, sekaligus melestarikan budaya daerah melalui kerajinan anyaman,”jelas Rosita.

 

Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan lembaga layanan pemberdayaan perempuan, kader pembina, hingga perempuan dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidang kerajinan anyaman serta pemberdayaan perempuan. 

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahan dan teknik dasar anyaman, praktik langsung pembuatan produk, pengembangan desain dan inovasi, hingga manajemen usaha serta strategi pemasaran. Ia menyatakan, seluruh biaya kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus).

 

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Daya, Viktor F. Salossa, menyatakan pelatihan ini bukan sekadar pemberian keterampilan teknis, melainkan langkah awal melahirkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mandiri dan produktif. 

"Ini adalah penjabaran visi pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Kami berharap peserta benar-benar menguasai kemampuan yang diberikan agar bisa berusaha secara mandiri," tegasnya.

Ket Foto: Asisten II ,Viktor Sollosa didampingi Kadis Sosial P3A, Anece Nauw saat diwawancarai wartawan

 

Viktor menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti usai pelatihan selesai. "Kami akan melanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan, agar mereka mampu mengembangkan usaha dan menjadi agen perubahan di keluarga serta lingkungannya," ujarnya. Ia juga menyampaikan perhatian serius Gubernur Elisa Kambu terhadap penguatan UMKM lokal, serta komitmen menyusun program berkelanjutan ke depannya.

 

Selain itu, Viktor menyadari tantangan yang dihadapi perempuan Papua, seperti rasa kurang percaya diri atau malu untuk maju. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, gereja, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. "Jangan malu bertanya dan belajar hal baru. Keterampilan akan membangun kepercayaan diri serta meningkatkan kesejahteraan keluarga," tambahnya.

 

Salah satu peserta, Evalda Cherrys Yandeday, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan membuka wawasan pemanfaatan bahan lokal seperti daun pandan yang selama ini hanya dipakai sebagai pembungkus makanan menjadi produk bernilai jual seperti tas dan sandal anyaman.

 

Evalda yang juga mengelola toko oleh-oleh sekaligus pemasar produk UMKM lokal mengaku senang mengikuti berbagai pelatihan pengembangan keterampilan. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar agar semakin banyak perempuan Papua yang terampil, mampu menciptakan produk unggulan daerah, dan meningkatkan taraf hidup keluarga melalui potensi yang ada di lingkungan sendiri.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.