Penutupan Bimtek Penyusunan Renja OPD Kota Sorong: Ketua Bappeda Amos Kareth Tekankan Pentingnya Mengamalkan Ilmu Perencanaan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sorong, (OikoNews) – Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) Kota Sorong Tahun 2026 resmi berakhir pada Rabu, 29 Juli 2026. Dalam sambutan penutupnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sorong, Amos Kareth, SH, menyampaikan pesan mendalam sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan panitia yang telah mengikuti kegiatan selama dua hari dengan penuh kesungguhan.
Membuka sambutannya, Amos Kareth mengisahkan perjalanan kariernya yang melintasi berbagai satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. “Saya sudah pernah berkeliling, mulai dari Bagian Hukum dan Organisasi, Badan Kepegawaian Daerah, Bappeda, Bidang Operasi Pangan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika, Staf Ahli, hingga Lingkungan Hidup. Kini saya kembali berlabuh di Bappeda, dan sebentar lagi kontrak pengabdian saya kepada negara akan berakhir pada tahun depan,” ungkapnya dengan nada haru.

Sambutan ketua Bappeda Amos Kareth


Pencabutan kembali kartu tanda peserta oleh ketua Bappeda dan Sekretaris Bappeda, sebagai pertanda kegiatan Bimtek telah berakhir.
Ia menyinggung pernyataan yang disampaikan sebelumnya, bahwa jabatan itu sesungguhnya bukan milik kita, melainkan hanya amanah dan kepercayaan yang dititipkan untuk sementara waktu. “Dikatakan bahwa Walikota tidak ada tempatnya, pintu tidak ada tempatnya, begitu juga dengan kita namun jabatannya tetap ada di sini. Pada akhirnya, semuanya hanyalah soal kepercayaan yang diberikan kepada kita untuk mengabdi,” tegasnya.
Amos menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua narasumber yang telah hadir. Ia menekankan satu hal yang sangat prinsipil: “Ilmu itu sangat penting. Ilmu melahirkan program, ilmu melahirkan kegiatan, dan di dalamnya terkandung rezeki bagi masyarakat. Dari Renja yang kita susun ini nanti akan turun menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), kemudian menjadi Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), PPKA, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga menjadi Peraturan Daerah tentang APBD. Itulah siklus utuh perencanaan pembangunan daerah.”
Oleh karena itu, ia meminta agar apa yang telah dipelajari selama dua hari ini tidak berhenti begitu saja saat kegiatan usai. “Saya mohon, temui pimpinan masing-masing, sampaikan bahwa sistem perencanaan ini harus dipahami bersama. Jangan sampai nanti ketika kita memanggil pimpinan untuk membahas dokumen, kita harus mengarahkan dengan susah payah. Padahal, pedoman Bapak dan Ibu dalam merencanakan lima tahun ke depan sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) OPD. Seluruh program dan kegiatan Bapak Ibu selama lima tahun ke depan harus dituangkan berangkat dari dokumen-dokumen tersebut,” pesannya.

Penyerahan sertifikat kepada peserta Bimtek.
Ia berharap kehadiran para narasumber dari luar tidak hanya sampai di kegiatan ini, melainkan bisa terus berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan lainnya baik RKPD, Renstra, maupun nanti saat pergantian kepala daerah yang pasti akan menyusun RPJMD baru. “Kita butuh tim teknis yang mendampingi, dan pelatihan dua hari ini menjadi bekal awal yang sangat berharga,” tambahnya.
Kepada seluruh peserta yang telah diutus oleh pimpinan masing-masing, Amos mengingatkan agar menyusun Renja dengan penuh tanggung jawab dan kepercayaan yang telah diberikan. “Materi sudah disampaikan lengkap selama dua hari ini, saya tidak perlu mengulanginya lagi. Tinggal bagaimana Bapak Ibu mengamalkannya, menuangkannya ke dalam dokumen, dengan tetap berpedoman pada RPJMD dan Renstra yang telah disepakati bersama."

Amos juga mengapresiasi keseriusan peserta yang terjaga sejak hari pertama. “Hampir sepanjang kegiatan kemarin hingga hari ini saya mengamati dari dekat, bahkan sempat berpindah tempat duduk ke belakang untuk melihat bagaimana kesungguhan Bapak Ibu. Saya lihat tidak ada yang beranjak pergi, semua memperhatikan dengan baik. Sikap serius inilah yang menjadi modal utama jika kita benar-benar ingin memahami siklus perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Amos menegaskan pengalamannya yang panjang di bidang perencanaan menjadi bukti bahwa pemahaman yang benar terhadap tata cara perencanaan akan melahirkan dokumen yang kuat, tepat sasaran, dan bermanfaat luas bagi masyarakat Kota Sorong. “Pengalaman saya selama bertahun-tahun di lembaga perencanaan mengajarkan bahwa ketika kita paham prosesnya, maka hasilnya pun akan terarah dan bermanfaat. Mari kita jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?