Seputar PBD

Muskomda II Pemuda Katolik Papua Barat Daya: 4 Calon Bersaing Rebut Ketua Komda

Oiko_News

10 Agustus 2026, 11:42 WIB

7 min baca
Muskomda II Pemuda Katolik Papua Barat Daya:  4 Calon Bersaing Rebut Ketua Komda
Artikel Multi-Halaman

SORONG (OikoNews) – Musyawarah Komisariat Daerah kedua (Muskomda II) Pemuda Katolik Provinsi Papua Barat Daya secara resmi digelar dengan penuh khidmat di Aula Katedral Sorong, pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan tonggak sejarah yang sangat berharga bagi perkembangan organisasi kepemudaan di provinsi termuda Indonesia ini. Muskomda II menjadi ajang konsolidasi menyeluruh, penetapan arah kebijakan strategis ke depan, serta proses pergantian kepengurusan baru untuk mengemban amanah besar memperkuat peran pemuda dalam pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia, dewan pembina, tokoh-tokoh gereja, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, serta utusan kader dari seluruh kabupaten dan kota yang berada di wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Suasana pertemuan terasa penuh kekeluargaan, semangat persaudaraan, serta kesungguhan untuk memikirkan masa depan organisasi dan kemajuan bersama.

Ket Foto: Ketua Komda Papua Barat Daya, Yoseph Metodius Baru  saat menyampaikan sambutan .(OikoNews/Yosep Bifel)

Dalam sambutan pertanggungjawaban sekaligus arahannya, Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Daya periode sebelumnya, Yoseph Metodius Baru, menyampaikan rasa syukur yang mendalam ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya Muskomda ini dengan lancar. Ia menegaskan bahwa momen ini adalah sejarah penting, karena untuk pertama kalinya pergantian kepengurusan dilakukan secara berkesinambungan di provinsi yang baru terbentuk ini.

“Kita hadir berkumpul dari berbagai penjuru kabupaten, bersatu dalam satu semangat yang sama untuk turut mendukung pembangunan daerah sesuai dengan aturan, norma, dan ketentuan yang berlaku. Hari ini benar-benar menjadi momentum sejarah, karena kita akan melahirkan kepengurusan baru yang kelak membawa Pemuda Katolik tampil berperan nyata, hadir memberi manfaat di tengah masyarakat,” ujar Metus dengan penuh harap.

Sementara itu mewakili para Senior Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Nobertus Yumte,  mengingatkan seluruh kader bahwa seorang pemimpin tidak muncul secara tiba-tiba atau semata-mata karena keinginan pribadi, melainkan tumbuh dan terbentuk melalui proses kaderisasi yang panjang, berliku, dan teruji. Baik organisasi kepemudaan umum, organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI, maupun Pemuda Katolik, semuanya memiliki tugas mulia yang sama: menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan yang siap mengabdi di berbagai panggung kehidupan, baik di ranah politik, pemerintahan, maupun pelayanan kemasyarakatan.

“Pemimpin itu harus diproses. Jangan kaget jika suatu saat kita dipercaya memikul tanggung jawab yang besar, karena setiap pengalaman baik yang membawa kebahagiaan maupun yang menjadi tantangan berat adalah guru yang sangat berharga. Segala kekurangan yang kita rasakan hari ini akan menjadi pupuk yang berharga bagi pertumbuhan kita, asalkan kita mau belajar, berbenah, dan memperbaikinya,” tegas Yumte.

Lebih jauh, Yumte mengingatkan agar Pemuda Katolik senantiasa menempatkan diri bukan sebagai pihak yang saling bertentangan atau menjadi oposisi semata terhadap kebijakan pemerintah maupun kebijakan gereja, melainkan hadir sebagai mitra yang bertanggung jawab yang menyampaikan masukan secara santun, arif, dan konstruktif. Ia turut mencontohkan peristiwa di sejumlah daerah di mana perbedaan pandangan berujung pada perpecahan yang tidak perlu, hal itu seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kader agar tidak terulang di Papua Barat Daya.

“Jangan pernah merasa diri paling benar sendiri. Kita harus senantiasa menghargai pendapat orang lain, mengelola organisasi dengan hati nurani, serta menyelaraskan rencana kerja organisasi dengan agenda pembangunan pemerintah. Jangan pernah menjadikan organisasi ini sebagai alat konfrontasi, melainkan jadikan kendaraan yang mulia untuk menyuarakan aspirasi dan kepentingan bersama demi kemaslahatan seluruh masyarakat Papua Barat Daya,” pesannya dengan tegas namun penuh kelembutan.

👉Wakil Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia: Gerak Bersama, Berdampak Nyata Melalui Kolaborasi

Wakil Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Ignasius Ganjar, hadir secara khusus dari Jakarta untuk membimbing sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di wilayah Papua Barat Daya. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta Muskomda untuk tidak hanya berbicara tentang kepengurusan semata, melainkan mulai merancang visi besar jangka panjang bagi daerah ini baik untuk tiga tahun mendatang maupun hingga lima belas tahun ke depan agar setiap langkah dan program organisasi benar-benar relevan, menjawab kebutuhan zaman, dan memberikan manfaat nyata.

“Kekuatan yang dimiliki oleh satu orang saja sangatlah kecil dan terbatas jika dibandingkan dengan kekuatan yang lahir ketika kita bergerak bersama-sama. Tema besar yang sedang kita usung bersama, yaitu ‘Bergerak dan Berdampak’, tidak akan pernah terwujud jika kita berjalan sendiri-sendiri. Hal ini hanya akan menjadi kenyataan jika kita mau membangun kolaborasi yang erat dan bersinergi satu sama lain,” ujar Ignasius disambut anggukan setuju seluruh peserta.

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia Ignasius Ganjar saat menyampaikan sambutan .

Ia juga memaparkan perkembangan yang telah dilakukan Pengurus Pusat Pemuda Katolik, yang hingga saat ini telah berhasil menjalin kerja sama strategis dengan sekitar 15 hingga 20 kementerian serta lembaga negara. Kerja sama tersebut kini dikelola melalui tiga bidang utama yang saling melengkapi: bidang pembinaan internal organisasi, bidang kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah, serta bidang kerja sama eksternal yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk organisasi masyarakat dan kelompok umat beragama lain.

“Saya sangat berharap rekomendasi yang akan dihasilkan dalam musyawarah ini nantinya tidak hanya berpusat pada siapa yang akan memimpin, melainkan lebih mendalam membahas bagaimana kita merancang kerja sama yang nyata, terukur, dan bermanfaat baik dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta membangun sinergi lintas elemen masyarakat. Mari kita junjung tinggi prinsip musyawarah untuk mufakat dalam setiap keputusan yang kita ambil,” imbuhnya yang memicu tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

👉Empat Calon Pemimpin Bersaing Secara Demokratis dan Berintegritas

Sebagai inti dari rangkaian kegiatan Muskomda II ini, para peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh jajaran di tingkat kabupaten dan kota akan melaksanakan proses pemilihan Ketua Komda Papua Barat Daya untuk periode mendatang. Terdapat empat nama kader terbaik yang maju sebagai calon pemimpin organisasi, yaitu Fransikus Nauw, S.T., Jefry Baru, S.T.P., Nikodemus Momo, S.I.P., dan Roymundus Nauw.

Kehadiran empat calon ini menjadi bukti nyata kesiapan regenerasi kepemimpinan yang berjalan sehat, demokratis, dan penuh persaingan yang sportif. Proses pemilihan ini dilandasi semangat persaudaraan yang erat, di mana setiap calon membawa gagasan, visi, dan misi yang bertujuan tunggal: memajukan organisasi serta meningkatkan peran nyata Pemuda Katolik di tengah masyarakat Papua Barat Daya. Seluruh peserta berkomitmen menjaga suasana musyawarah tetap kondusif, menjunjung tinggi musyawarah mufakat, dan menerima hasil keputusan bersama dengan lapang dada sebagai amanah persaudaraan.

👉Gubernur Papua Barat Daya: Pemuda Katolik Sebagai Mitra Strategis Pembangunan

Sambutan Gubernur yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya, Bernadus Asmuruf

Sementara itu, mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya, Bernadus Asmuruf, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kader Pemuda Katolik yang telah hadir dan berkumpul dengan semangat untuk memikirkan masa depan organisasi sekaligus masa depan daerahnya sendiri.

“Sebagai provinsi yang paling muda di Indonesia, Papua Barat Daya sangat membutuhkan energi baru yang segar, gagasan-gagasan yang cemerlang, serta kontribusi nyata dari seluruh elemen masyarakat, dan tak terkecuali dari kalangan pemuda termasuk para kader Pemuda Katolik yang hadir di sini hari ini. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton yang diam melihat jalannya pembangunan, melainkan harus tampil menjadi agen perubahan yang menggerakkan roda kemajuan,” tegas Bernadus dalam sambutannya.

Ia menekankan peran yang sangat vital dari organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul: cerdas secara intelektual, matang dan kokoh secara spiritual, serta memiliki integritas moral yang tinggi. Lebih dari itu, Pemuda Katolik diharapkan tampil menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, merawat persaudaraan yang erat antar suku dan golongan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi daerah, seperti pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

“Kami sangat berharap kepemimpinan baru yang lahir dari proses Muskomda yang baik ini mampu merumuskan program kerja yang tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan internal organisasi semata, melainkan benar-benar terasa dampak positifnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Tetaplah menjadi pemuda yang kritis namun tetap konstruktif, yang mampu memberikan solusi nyata dan berkontribusi maksimal demi terwujudnya Papua Barat Daya yang aman, damai, adil, dan sejahtera bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.

Muskomda II Pemuda Katolik Papua Barat Daya berlangsung dengan penuh kedamaian, demokratis, serta dilandasi semangat persaudaraan yang kental. Seluruh pihak berharap pertemuan ini melahirkan kepengurusan baru yang solid, berintegritas tinggi, berwawasan luas, serta siap bersinergi dengan semua pemangku kepentingan demi mewujudkan cita-cita pembangunan daerah yang adil, merata, dan berkelanjutan di Bumi Kasuari.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.