Seputar PBD

Lembaga Pengembangan Noken Center Papua Barat Daya Resmi Dilantik: Jaga Warisan Budaya, Bangun Kemandirian Ekonomi Generasi Muda

Oiko_News

25 Juli 2026, 12:08 WIB

5 min baca
Lembaga Pengembangan Noken Center Papua Barat Daya Resmi Dilantik: Jaga Warisan Budaya, Bangun Kemandirian Ekonomi Generasi Muda
Artikel Multi-Halaman

Sorong, (OikoNews) – Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya secara resmi dikukuhkan dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel M Kryad Kota Sorong, Sabtu (25/7/2026). Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi N. Lamatenggo, S.Pi., M.Si., mewakili Gubernur Elisa Kambu, S.Sos.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Pokja Adat MRP Papua Barat Daya Mesak Mambraku, Kepala Dinas Koperasi dan UKM sekaligus Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si yang keduanya juga bertindak sebagai narasumber dalam rapat kerja, narasumber dari Kementerian UMKM RI, perwakilan Polda Papua Barat Daya, tokoh adat, budayawan, serta berbagai unsur masyarakat luas. Bersamaan dengan pelantikan, digelar pula rapat kerja untuk merumuskan langkah strategis dan program lembaga ke depan.

Ket Foto: Penandatanganan berita acara pelantikan oleh Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan oleh Ketua Umum, Benediktur Bame. (OikoNews/Yosep Bifel)

👉Lahir dari Keprihatinan Lunturnya Nilai Budaya

Ketua Umum terpilih, Benediktus Bame,ST.,M.Si menjelaskan pembentukan lembaga ini berangkat dari hasil pengamatan dan riset sederhana yang dilakukan di sejumlah kampung wisata, mulai dari Malagumu hingga wilayah Sorong Selatan.

“Arus zaman bergerak sangat cepat, dan sebagian besar generasi muda mulai melupakan jati diri mereka. Kami temukan budaya kita mengalami kemunduran cukup tajam. Jika tidak segera dilindungi dan diperkenalkan kembali, kekayaan ini bisa hilang selamanya,” ujar Benediktus Bame.

Lembaga ini dirancang khusus sebagai wadah penghimpunan anak muda baik yang baru lulus maupun masih menempuh pendidikan dengan tiga pilar utama:

- Melakukan riset dan pendokumentasian budaya lokal

- Menyelenggarakan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan

- Membimbing generasi muda agar mengenal identitas sekaligus mandiri secara ekonomi

“Kita tidak ingin struktur organisasi yang gemuk namun miskin kerja. Sebaliknya, kita bangun struktur sederhana namun kaya karya dan aksi nyata,” tegasnya.

Sesi foto bersama Pengurus,Pembina dan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (OikoNews/Yosep Bifel)

Pengurus yang dilantik merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat Daya, Maybrat , Tambrauw, Raja Ampat, Sorong Selatan,  Kabupaten Sorong  hingga Kota Sorong. Komposisi ini diharapkan mampu merepresentasikan keragaman budaya daerah untuk dianyam menjadi gagasan kreatif pembangunan bersama.

Dalam rapat kerja yang berlangsung setelah pelantikan, narasumber dari berbagai latar belakang menyampaikan materi pengelolaan budaya, ekonomi kreatif, hingga kebijakan nasional UMKM. Hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang yang terukur dan dapat dilaksanakan bersama.

👉Noken Warisan Dunia: Harus Terjaga dan Bernilai Ekonomi

Mewakili Gubernur, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Yusdi N. Lamatenggo menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya lembaga ini. Ia mengingatkan bahwa pada 4 Desember 2012, Noken telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia, sebuah kebanggaan yang tidak hanya milik masyarakat Papua, melainkan seluruh bangsa Indonesia dan dunia.

“Kehormatan ini wajib kita rawat bersama. Tugas kita bukan sekadar menjaga, tetapi juga mengembangkan Noken agar menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat, terutama para mama-mama pengrajin,” ujar Yusdi.

Ia menyampaikan empat arahan utama dari Gubernur kepada pengurus baru:

1. Regenerasi dan Pembelajaran di Sekolah

Anak muda kini lebih akrab dengan media sosial daripada teknik pembuatan Noken. Perlu adanya muatan lokal budaya Noken mulai tingkat SD hingga SMK, bahkan mendorong program studi khusus di sekolah kejuruan agar keahlian ini tidak terputus.

2. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Komunal

Bersama Kementerian Hukum dan HAM, akan difasilitasi pendaftaran hak cipta kolektif masyarakat agar orisinalitas budaya terlindungi secara hukum.

3. Keberlanjutan Bahan Baku

Semakin sulitnya mendapatkan pandan pantai, akar, dan kulit kayu menuntut perencanaan agar bahan baku alami tetap tersedia dan tidak bergantung sepenuhnya pada bahan buatan.

4. Bangun Kemitraan Luas

Lembaga harus menjalin kerja sama dengan pemerintah, dunia industri, perguruan tinggi, media, dan lembaga keuangan agar berperan sebagai pusat pengembangan yang inklusif, bukan sekadar organisasi mandiri.

👉Pesan Pembina: Anyam Masa Depan dengan Tindakan Nyata

Pembina/Penasehat Lembaga, Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si, mengingatkan makna mendalam di balik nama lembaga ini: “Noken bukan sekadar tas anyaman; ia adalah simbol kehidupan, tanggung jawab, dan keberlanjutan dalam budaya Papua.”

Dr.Sellvyana Sangkek saat menyampaikan arahannya sebagai pembina/penasihat Lembaga Pengembangan Noken Center. (OikoNews/Yosep Bifel)

Menurutnya, Lembaga Noken Center harus menjadi wadah yang:

- Menganyam Kapasitas: Membekali pemuda Orang Asli Papua dengan keterampilan teknis, manajerial, dan kewirausahaan tanpa mengikis identitas budaya.

- Menyimpan Potensi: Menjadi inkubator ide kreatif, inovasi sosial, dan usaha mikro masyarakat adat agar tumbuh mandiri dan berkelanjutan.

- Memikul Tanggung Jawab: Melahirkan pemimpin masa depan yang cerdas, berakar pada nilai leluhur, dan berintegritas tinggi.

Kepada para pengurus, ia menyampaikan tiga arahan utama:

1. Jadikan rapat kerja sebagai peta jalan aksi nyata, bukan sekadar dokumen. Fokus pada program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemuda di distrik-distrik, libatkan tokoh adat dan mama pengrajin sejak perencanaan.

2. Bangun kolaborasi luas dengan Dinas Koperasi & UKM, Dinas Pendidikan, Dekranasda, dan organisasi kepemudaan lainnya. Jadilah penghubung antar pihak demi kepentingan bersama.

3. Utamakan kualitas pendampingan, bukan kuantitas peserta. Lebih baik mendampingi puluhan pemuda secara intensif hingga mandiri, daripada melatih ratusan orang tanpa tindak lanjut.

“Jadilah lembaga yang transparan, akuntabel, dan selalu berpihak pada rakyat kecil. Jangan biarkan Noken Center terjebak birokrasi atau kepentingan politik praktis,” pesan Dr. Sellvyana.

Dr.Sellvyana Sangkek selaku pembina/penasihat organisasi tersebut,  turut menandatangani berita acara pelantikan.(OikoNews/Yosep Bifel)

👉Komitmen Bersama Mewujudkan Papua Barat Daya Bermartabat

“Pelantikan hari ini adalah awal perjalanan panjang. Mari kita anyam masa depan Papua Barat Daya dengan benang ketekunan, kesabaran, dan cinta tanah air. Seperti noken yang kuat karena dianyam teliti dan penuh makna, pembangunan daerah ini pun akan kokoh jika dibangun tangan terampil dan hati tulus putra-putri terbaik kita,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmen penuh untuk mendukung Lembaga Pengembangan Noken Center sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Diharapkan ke depannya, Noken tidak hanya lestari sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Papua Barat Daya.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.