Seputar PBD

Evaluasi SPM Kesehatan Dorong Layanan yang Lebih Merata dan Berkualitas di Kota Sorong

Oiko_News

30 Juni 2026, 13:51 WIB

6 min baca
Evaluasi SPM Kesehatan Dorong Layanan yang Lebih Merata dan Berkualitas di Kota Sorong

Sorong,( OikoNews)– Memastikan pelayanan kesehatan dasar yang merata, berkualitas, dan sesuai standar menjadi fokus utama Dinas Kesehatan Kota Sorong dengan menyelenggarakan kegiatan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di Vega Hotel dan Convention Sorong ini dibuka pada Selasa (30/6/2026) dan berlangsung selama dua hari, diikuti secara penuh oleh jajaran pimpinan serta petugas dari 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Sorong.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong, Maria Ohoitimur, SKM, M.Kes, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, S.KM, M.AP. Dalam sambutannya, Maria yang akrab disapa Mia menegaskan bahwa pelaksanaan evaluasi SPM ini merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran sangat vital, bukan sekadar seremonial, melainkan instrumen kunci untuk memastikan layanan kesehatan yang diterima masyarakat benar-benar berjalan sesuai standar serta menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

"Evaluasi penerapan SPM bidang kesehatan Kota Sorong yang telah kita laksanakan tahun lalu, kini kembali kita gelar mulai hari ini hingga besok. Kami berharap rekan-rekan semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan penuh tanggung jawab sesuai jadwal yang ditentukan panitia," ujar Mia di hadapan para peserta yang hadir.

Ket. Foto : Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong, Maria Ohoitimur, SKM, M.Kes



👉Mengukur Capaian Nyata dan Menggali Akar Masalah

Lebih lanjut, Mia menjelaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar proses administratif untuk melengkapi dokumen, melainkan penilaian berkala yang bertujuan mengukur capaian mutu serta jenis layanan dasar kesehatan yang telah dilaksanakan, baik di lingkungan Dinas Kesehatan maupun di masing-masing Puskesmas se-Kota Sorong. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana target yang telah ditetapkan mampu dipenuhi, serta apa saja tantangan yang menghambat pencapaiannya.

"Melalui kegiatan ini, kita duduk bersama untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang ditemui di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang tepat untuk perbaikan ke depannya. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh indikator layanan dasar kesehatan dapat disalurkan secara merata, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Sorong tanpa terkecuali," jelasnya.

Forum evaluasi ini dirancang untuk menggali permasalahan hingga ke akar penyebabnya, yang selama satu tahun terakhir menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai isu akan dibahas secara mendalam, mulai dari keterlambatan pelaporan, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di unit layanan, hingga kendala distribusi dan penyediaan fasilitas serta peralatan kesehatan yang memadai.

"Kita harus jujur dan terbuka menemukan akar masalahnya, apakah berasal dari sistem pelaporan yang terlambat, kurangnya tenaga kesehatan di unit layanan, masalah rantai distribusi obat dan alat kesehatan, ketersediaan fasilitas, maupun kendala lain yang kita hadapi selama menjalankan pelayanan setahun belakangan ini. Semua hal tersebut akan kita bahas untuk dicarikan solusinya, sekaligus memvalidasi dan memperkuat transparansi mekanisme pelaporan antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan," tegas Mia.

👉Layanan Berbasis Profesionalisme, Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Selain aspek teknis dan administrasi, evaluasi ini juga menyoroti aspek kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mia mengingatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk senantiasa menjaga sikap, tutur kata, serta perilaku yang santun dan profesional saat bertugas di lapangan maupun berinteraksi dengan pasien dan masyarakat luas.

"Kami mengingatkan seluruh petugas, terutama para Kepala Puskesmas untuk terus mengawasi, mengevaluasi, dan memberikan arahan yang konsisten kepada seluruh staf di wilayah kerjanya agar setiap pelayanan dilaksanakan secara profesional. Bukan hanya pintar berbicara, tetapi sikap, perilaku, dan tutur kata harus benar-benar dijaga dalam setiap pemberian layanan kesehatan di Kota Sorong. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang ramah, sopan, dan bermutu," pesannya dengan tegas.

Ia juga menekankan prinsip pentingnya kesesuaian antara data angka yang dilaporkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Dalam mengejar target indikator SPM, kebenaran dan realitas pelaksanaan jauh lebih utama daripada sekadar angka yang tertera di atas kertas.

"Selama dua hari ini kita akan mengevaluasi sejauh mana standar pelayanan minimal yang telah kita jalankan, serta indikator-indikator yang menjadi sasaran kerja kita. Ingat dengan baik: bukan angkanya saja yang kita kejar. Angka yang tinggi belum tentu menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya, namun jika pelaksanaannya riil dan nyata, maka hasilnya sudah pasti terukur dan bermanfaat. Oleh karena itu, angka dan realitas pelaksanaan harus berjalan beriringan dan selaras," ujar Mia.

👉Rincian Fokus Evaluasi dan Mekanisme Pelaporan

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Rudin, S.Si., M.Kes., Apt, menjelaskan bahwa dalam bidang kesehatan terdapat 12 indikator utama Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi fokus utama dalam evaluasi kali ini. Seluruh indikator tersebut akan ditinjau pencapaiannya secara menyeluruh untuk melihat kemajuan serta kekurangan yang ada.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan unsur-unsur kunci pengelola layanan kesehatan dari 11 puskesmas di Kota Sorong, yang terdiri atas kepala puskesmas, bendahara Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), bendahara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penanggung jawab klaster layanan 1 hingga 5, apoteker penanggung jawab instalasi farmasi, penanggung jawab SPM, serta penanggung jawab Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK). Komposisi peserta ini dipilih agar setiap aspek pengelolaan layanan dapat dibahas secara komprehensif.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan evaluasi, laporan yang dibahas berasal dari puskesmas induk. Sementara itu, laporan dari unit pelayanan di bawahnya yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu) terlebih dahulu direkapitulasi dan diverifikasi di puskesmas induk sebelum diteruskan ke Dinas Kesehatan. Mekanisme ini diterapkan untuk menjamin ketepatan, kelengkapan, dan keakuratan data yang disajikan.

👉Instrumen Penting Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah

Kegiatan evaluasi ini memiliki bobot strategis yang sangat penting, tidak hanya bagi internal jajaran kesehatan, melainkan juga menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Sorong maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini dikarenakan hasil dari evaluasi SPM ini akan menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan dalam penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah secara keseluruhan.

"Kegiatan hari ini sangatlah penting, bukan hanya sekadar urusan internal dinas kesehatan semata, tetapi memiliki dampak luas bagi Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Sebab, hasil dari evaluasi ini akan dijadikan salah satu instrumen utama dalam penilaian kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, kejujuran, ketelitian, dan objektivitas dalam mengisi dan melaporkan data menjadi syarat mutlak," pungkas Mia.

Melalui evaluasi komprehensif ini, diharapkan seluruh kendala yang selama ini menghambat pelayanan dapat segera ditemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Pada akhirnya, upaya ini ditujukan agar mutu pelayanan kesehatan di Kota Sorong semakin meningkat, jangkauannya semakin merata ke seluruh lapisan masyarakat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap warga yang membutuhkan.(*)

Editor:Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.