Ekonomi

Dua Profesor UGM  Paparkan Strategi Penguatan Sektor Koperasi dan UMKM Papua Barat Daya

Oiko_News

12 Maret 2026, 19:37 WIB

4 min baca
Ad
Dua Profesor UGM  Paparkan Strategi Penguatan Sektor Koperasi dan UMKM Papua Barat Daya
Artikel Multi-Halaman

Yogyakarta, (OikoNews)- Dalam upaya memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah berbasis ekonomi kerakyatan, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan studi dan kajian akademik di lingkungan akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis 12 Maret 2026.

Pertemuan ini berlangsung  di Magister Ekonmi Pembnagunan (MEP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, melibatkan dua akademisi terkemuka, yakni  Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D., dan Prof. Catur Sugiyanto, MA. Keduanya memiliki kepakaran di bidang ekonomi pembangunan, ekonomi
regional, serta kebijakan publik. Peserta pertemuan adalah   Dr. Sellvyana Sangkek, SE. M.Si. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya beserta tim teknis. Kemudian Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D dan  Prof. Catur Sugiyanto, MA.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh masukan akademik mengenai strategi penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi daerah,"jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangket, SE.,M.Si .

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

Pendekatan ini dipandang penting mengingat struktur ekonomi wilayah timur Indonesia, termasuk Papua Barat Daya, masih sangat bergantung pada sumber daya alam dan membutuhkan transformasi menuju ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Secara strategis, penguatan sektor koperasi dan UMKM diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam mendorong terciptanya ekonomi daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan ekonomi daerah.

Dr. Sellvy menegaskan bahwa pertemuan akademik ini memiliki  beberapa tujuan, antara lain untuk melakukan kajian akademik mengenai potensi pengembangan koperasi dan UMKM di Provinsi Papua Barat Daya.

Selain itu, mengidentifikasi strategi pembangunan ekonomi daerah berbasis sektor riil dan ekonomi kerakyatan, serta memperoleh masukan konseptual dan kebijakan dari
akademisi terkait inovasi kelembagaan koperasi dan penguatan ekosistem UMKM.

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download

"Tujuan lainnya untuk menyusun arah kebijakan pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi wilayah serta integrasi rantai nilai ekonomi
lokal,"terangnya. Menurut kajian pembangunan regional, koperasi dan UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan inklusivitas ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi
daerah.

Pokok-Pokok Pembahasan antara lain:

Strategi Pembangunan Ekonomi Inklusif di Papua Barat Daya.

Dalam pemaparannya, Prof. Catur Sugiyanto menekankan pentingnya pendekatan pembangunan ekonomi berbasis wilayah (territorial development) yang mengintegrasikan potensi ekonomi lokal dengan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.

Pendekatan ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak
hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada distribusi
manfaat ekonomi secara merata di seluruh wilayah.

Berdasarkan materi kajian yang dipaparkan, struktur ekonomi Papua Barat Daya menunjukkan variasi potensi antarwilayah. Misalnya, sebut dia, Kabupaten Sorong memiliki basis ekonomi kuat pada sektor industri pengolahan serta pertambangan. Kota Sorong berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi perkotaan dan simpul distribusi regional. Kemudian Kabupaten Raja Ampat memiliki potensi pariwisata premium namun masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi
rantai nilai ekonomi lokal.

"Sedangkan Kabupaten Sorong Selatan dan Maybrat memiliki potensi
sektor perikanan dan pertanian yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ekonomi komunitas,"paparnya.

Dalam konteks ini, koperasi dan UMKM dipandang sebagai instrumen penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi lokal, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta memperluas akses pasar bagi masyarakat lokal.


Peran Koperasi dalam Transformasi Ekonomi Daerah

Prof. Wihana Kirana Jaya menekankan bahwa koperasi memiliki
fungsi strategis dalam menciptakan ekonomi inklusif dan demokratis.

Koperasi memungkinkan masyarakat lokal untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi secara kolektif.
Dalam konteks pembangunan wilayah Papua Barat Daya, koperasi
dapat dikembangkan dalam beberapa sektor strategis, antara lain Koperasi sektor perikanan untuk mendukung wilayah pesisir. Koperasi pertanian dan kehutanan untuk wilayah
pedalaman.  Koperasi pariwisata berbasis komunitas di daerah dengan
potensi wisata alam seperti Raja Ampat. Koperasi jasa dan logistik untuk memperkuat distribusi ekonomi regional.

"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa koperasi yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat integrasi
ekonomi lokal dengan pasar nasional maupun global,"jelasnya.


Inovasi Pengembangan UMKM

Dalam diskusi lanjutan, dibahas pula pentingnya inovasi dalam
pengembangan UMKM melalui: Digitalisasi UMKM yakni pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, transaksi, dan manajemen usaha.

Penguatan rantai nilai lokal (local value chain) yaitu Integrasi antara produksi, pengolahan, distribusi, dan
pemasaran produk lokal. Kemudian, pengembangan klaster ekonomi daerah. Pembentukan klaster usaha berbasis potensi wilayah seperti
perikanan, pertanian, dan pariwisata.


Akses pembiayaan inklusif

Penguatan lembaga keuangan mikro dan koperasi sebagai penyedia pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep inclusive regional development yang menempatkan UMKM sebagai motor
pertumbuhan ekonomi lokal.

Dr. Sellvyana menyatakan, berdasarkan diskusi akademik yang dilaksanakan, diperoleh beberapa rekomendasi strategis bagi pengembangan koperasi dan UMKM di Papua Barat Daya.

Antara lain penguatan kelembagaan koperasi modern berbasis tata kelola profesional. Pengembangan klaster UMKM berbasis potensi wilayah
seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata. Integrasi ekonomi lokal dengan pusat pertumbuhan ekonomi regional, khususnya melalui Kota Sorong sebagai pusat distribusi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM melalui pelatihan, inkubasi bisnis, dan pendampingan usaha. Penguatan kemitraan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi daerah.

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.