Lantik Pengurus Kontraktor Tibilibi, Gubernur Elisa Tantang Pengusaha OAP Main di Nonkonstruksi
Sorong, (OikoNews)- Gubėrnur Papua Barat Daya Elisa Kambu melantik Badan Pengurus Perkumpulan Kontraktor Tibilibi Orang Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya di Luxio Hotel Sorong, Sabtu 11 April 2026.
Badan Pengurus Perkumpulan Kontraktor Tabilibi Papua Barat Daya periode 2026-2030, diketuai Hendrik Mobalen .
Gubernur Elisa Kambu mengajak seluruh anggota asosiasi pengusaha konstruksi orang asli Papua tidak bergantung pada paket kegiatan dari pemerintah, tetapi mampu menangkap peluang potensi sumber usaha lain untuk berwira usaha.
Menurut Elisa, kemajuan tidak harus selalu menunggu paket pekerjaan dari pemerintah, tetapi dapat dimulai dari inisiatif mandiri berbasis kekayaan alam lokal atau non konstruksi.
"Kalau hanya bikin asosiasi tunggu paket kegiatan dari pemerintah memang agak berat pada kondisi fiskal kita hari ini. Tapi bukan pemerintah tidak menolak, pasti ada kita berikan, tapi terbatas," kata Elisa saat diwawancarai awak media.
Dikatakan, APBD 2026 hanya 1 triliun . Kemudian ada kebijakan efiensi anggaran oleh pusat. Ini tentu berdampak langsung ke daerah.
"Keadaan kita hari ini memang begitu. Kita tidak bisa berharap banyak. Yang kepingin dapat lebih banyak sedangkan paket kegiatan jumlahnya terbatas. Jadi kalau ada yang dapat, kemudian yang tidak dapat tidak usah patah semangat. Tetap optimis. Jangan ada kecemburuan diantara mereka, "ujarnya.
Gubernur Elisa mengarahkan para pengusaha Papua melihat peluang lain yang lebih menjanjikan seperti pengembangan sektor pertanian seperti cetak sawah, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peternakan ayam potong ,ayam petelur, hingga budidaya perikanan melalui keramba.

Ket: Gubernur Elisa Kambu saat diwawancarai awak media. Foto: OikoNews
Menurutnya, jika potensi tersebut dikelola secara bersama-sama dan berkelanjutan, maka pemerintah siap hadir untuk memberikan pendampingan dan dukungan agar masyarakat dapat berkembang secara mandiri dan sejahtera.
"Saya tantang bapak ibu saudara sekalian. Kalau ada yang membuka usaha ayam potong, ayam petuler atau pelihara ikan, datang, saya siap berikan bantuan , suntikan modal," tandas Elisa.
Menanggapi ajakan Gubernur Papua Barat Daya, Ketua Perkumpulan Kontraktor Tabilibi Orang Asli Papua, Hendrik Mobalen menyampaikan bahwa setelah mendengar arahan dan penjelasan Gubernur terkait kondisi Papua Barat Daya pada saat ini, maka asosiasi yang dipimpin akan tetap di rel pemerintahan yang ada untuk mendukung segala kebijakan Gubernur bersama jajarannya.
"Kami bersyukur bapak gubernur telah hadir dan melantik asosiasi Kontraktor Tabilibi. Kita juga syukur bapak gubernur juga menyampaikan kondisi provinsi kita dan memberikan arahan supaya kami juga bergerak di UMKM atau usaha lain yang bertujuan untuk memberdayakan kita," kata Hendrik kepada awak media.
Dia menuturkan, asosiasi Kontraktor Tabilibi baru dibentuk, tentu perlu mendapatkan pendampingan pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan orang asli Papua untuk bangkit dan berusaha.
"Arahan bapak gubernur tadi sangat baik sekali. Ini tentu kita pahami bahwa beliau membuka jalan bagi kita untuk maju, untuk bangkit. Bahwa orang Papua juga bisa bergerak di semua sektor ekonomi," pungkasnya.(*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?