Kapolda Papua Barat Pastikan Seleksi Bintara dan Akpol Bersih, Tidak Ada Pungli
MANOKWARI,(OikoNews)- Kepala Kepolisian daerah (Kapolda)Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, menegaskan proses seleksi penerimaan calon Bintara dan Akpol Polri tahun anggaran 2026 yang sedang berlangsung berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) maupun calo.
"Panitia, saya sudah tekankan untuk tidak ada janji-janji atau iming-iming tertentu. Misalnya dengan membayar dan sebagainya. Jika ada anggota Polri, panitia maupun bukan, yang menjanjikan kelulusan, segera lapor ke Propam,”tegasnya.
Kapolda juga memberikan peringatan kepada para orang tua wali calon siswa (casis), agar percaya pada kemampuan anak mereka dan tidak mencari jalan pintas melalui suap.
"Jangan percaya kalau ada anggota polisi yang datang menawarkan diri bisa membantu. Kalau nanti anaknya tidak lulus baru melapor tertipu sekian rupiah, maka orang tuanya juga akan saya periksa karena dianggap ikut bekerja sama dalam pelanggaran ini,” tegas Irjen Pol. Alfred Papare.
Untuk itu, Kapolda meminta para casis fokus pada strategi peningkatan nilai di setiap tahapan, baik akademik, fisik, maupun psikologi. Karena tingkat persaingan dalam seleksi tahun ini tergolong sangat ketat.
"Kita mencari yang terbaik dengan kuota sekitar 200 lebih. Jika punya kemampuan akademik, kejar nilai setinggi-tingginya. Begitu juga di fisik dan psikologi karena setiap tahapan punya bobot nilai masing-masing,” tambahnya.
Mengenai kuota Akpol, Kapolda menjelaskan bahwa penentuan akhir masih menunggu koordinasi pusat berdasarkan animo peserta di tiap provinsi.
Di setiap lokasi pelaksanaan tes, Polda Papua Barat telah memasang nomor pengaduan Propam untuk memastikan masyarakat dapat melaporkan setiap indikasi kecurangan secara langsung dan cepat.(*)
Pewarta : Sarteis Way
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?