Pengamat Minta Gubernur Elisa Evaluasi Bapperida jika Tidak Hadiri RDP dengan Pansus LKPJ
SORONG, (OikoNews)-Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPRP PBD) tengah melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPKJ) Gubernur Papua Barat Daya tahun 2025 dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sudah sepekan Panitia Khusus (Pansus) DPRP menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)dengan masing-masing OPD.
Namun ada OPD yang tidak hadir dalam RDP tersebut. Yakni Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) yang dipimpin oleh Drs Yakob M Kareth yang juga adalah Pj Sekda Papua Barat Daya.
Pansus DPRP pun terpaksa menjadwalkan ulang pembahasan dengan Bapperida.
“Kita sudah jadwalkan dan surat juga sudah disampaikan sejak minggu lalu. Harapannya pembahasan LKPJ ini bisa berjalan sesuai jadwal, karena ini penting untuk perbaikan kinerja pemerintah ke depan,” ujar Wakil Ketua Pansus LKPJ, Yanto Yatam di kantor DPRP PBD.
Ketidakhadiran Bapperida pada RDP tersebut, turut disayangkan Pengamat Politik dan Pembangunan Papua Barat Daya, Ortis Kambu. Kepada media ini, ia menyatakan, Bapperida merupakan jantung dari pengelolaan pemerintahan karena itu tidak alasan untuk hadir dalam pembahasan LKPJ Gubernur Papua Barat Daya.
"Kalau sampai Bapperida tidak hadir untuk menyampaikan program yang sudah dilaksanakan dan program-program yang akan dilaksanakan ke depan, maka saya pertanyakan kinerja mereka," ujar Ortis di Sorong, Selasa (14/4).
Dia menduga ketidakhadiran itu karena program -programnya bukan dibuat sendiri tetapi pihak diluar Bapperida yang merencanakan , menyusun program-programnya.
Dia menyatakan, kalau dugaanya memamg benar maka ini jelas menunjukkan ketidakmampuan Bapperida saat ini.
"Kalau sampai Pansus LKPJ menjadwalkan ulang pertemuan dan mereka tidak hadir lagi, maka saya minta Gubernur segera evaluasi pimpinan dan pejabat Bapperida," tegasnya.
Ortis menyoroti pucuk pimpinan Bapperida yang menurutnya mesti di isi oleh pejabat yang berpengalaman di Bapperida, sehingga sudah punya pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni dalam mengelola OPD tersebut.
"Bagi saya, pejabat yang cocok di Bapperida adalah Adolof Kambuaya (Kadis Pendidikan PBD). Beliau sangat berpengelaman , punya jam terbang tinggi, pernah menjabat sekretaris Bapperida Provinsi Papua sekian tahun, rekam jejak di birokrasi pemerintahan sangat mumpuni," katanya.
Ortis kembali menegaskan bahwa Bapperida adalah ujung tombak dalam pembangunan Papua Barat Daya, karena itu jika ingin Papua Barat Daya mengalami loncatan pembangunan, maka kuncinya di Bapperida dan eksekusi di lapangan. (*)
Editor: Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?