Ketua APA Mimika Ingatkan Pemkab Tidak Anti Kritik, Rakyat Pedalaman Butuh Aksi Nyata
Timika, (OikoNews) – Ketua Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika, Elois Kemong, mengingatkan Pemerintah daerah (Pemkab) agar tidak alergi terhadap kritik dari masyarakat dan organisasi pemuda.
Ia menegaskan, pemerintah harus hadir sebagai orang tua yang merangkul seluruh rakyat, termasuk di wilayah pedalaman yang hingga kini kurang tersentuh pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Elois Kemong saat diwawancarai awak media di Kantor Sekretariat APA, Jalan Beanal, Timika, Jumat (27/03/2026).
Menurut Elois, kritik yang disampaikan oleh organisasi pemuda bukan untuk menjatuhkan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap jalannya pembangunan di Kabupaten Mimika.
“Kami ini bukan melawan pemerintah. Kami hanya ingin program yang sudah dijanjikan itu benar-benar dijalankan. Pemerintah harus merangkul, bukan menjauhkan,” tegasnya.
Elois berharap pemerintah daerah dapat bersikap terbuka terhadap masukan dan kritik. Menurutnya, sebagai orang tua bagi seluruh masyarakat, pemerintah seharusnya mengajak dialog, bukan mengabaikan suara-suara kritis.
“Kalau ada yang kritis, jangan dijauhi. Panggil, ajak bicara. Tanya maunya apa. Itu tugas pemerintah sebagai orang tua,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedalaman seperti Alama, Jila, Oeya, Arwanop, hingga Banti yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.
Ia juga menyoroti pentingnya akses transportasi, khususnya pembangunan dan pengaktifan lapangan terbang (lapter) di wilayah pegunungan sebagai sarana vital untuk membuka keterisolasian masyarakat.
“Akses itu penting. Kalau lapter dibuka dan penerbangan jalan, masyarakat bisa terlayani dari sisi ekonomi, pendidikan, sampai kesehatan,” katanya.
Meski menyampaikan sejumlah kritik, Elois tetap memberikan apresiasi kepada pemerintahan Bupati Mimika atas langkah transparansi yang dilakukan dalam satu tahun terakhir, termasuk pemaparan program di hadapan publik.
“Kami apresiasi, karena ini baru pertama kali pemerintah memaparkan program secara terbuka. Itu langkah maju,” ungkapnya.
Namun demikian, ia berharap evaluasi terus dilakukan, terutama terhadap program-program yang belum menyentuh masyarakat secara merata. Ia berharap pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi harus dirasakan hingga ke pelosok.
“Jangan hanya turun saat momen tertentu saja. Pemerintah harus hadir terus, lihat langsung kondisi masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Lois mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun Mimika secara bersama-sama dengan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan keadilan.
“Kami siap duduk bersama, berdiskusi, dan memberikan gagasan. Yang penting rakyat tidak lagi merasa ditinggalkan di tanahnya sendiri,” tutup Elois. (*)
Pewarta : Noel
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?