KELUARGA ALMARHUM YANTO IDOORWAY DESAK DUA SAKSI KUNCI DIHADIRKAN DALAM PRA‑REKONSTRUKSI TEMPAT KEJADIAN PERKARA
“Minta alur perjalanan lengkap mulai penjemputan kediaman Sowi hingga lokasi peristiwa diperagakan & dicocokkan langsung dengan fakta lapangan”
MANOKWARI (OikoNews)- Keluarga besar almarhum Surianto Tuwing atau yang dikenal luas sebagai Yanto Idoorway, terus berupaya memastikan peristiwa yang menimpanya ditangani secara tuntas, transparan, dan berdasarkan kebenaran yang sesungguhnya. Kini pihak keluarga secara tegas meminta aparat penegak hukum yang menangani perkara ini untuk menghadirkan dua saksi kunci saat pelaksanaan pra‑rekonstruksi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Permintaan ini dianggap sangat penting guna melengkapi, memeriksa, serta membuktikan kebenaran seluruh rangkaian peristiwa sejak saat almarhum berangkat hingga terjadinya peristiwa yang merenggut nyawanya.
Permintaan resmi ini disampaikan langsung oleh perwakilan keluarga, Armando Idoorway, yang menegaskan kehadiran kedua orang tersebut mutlak diperlukan agar kronologi utuh mulai almarhum dijemput, perjalanan, hingga tiba di lokasi kejadian dapat terlihat jelas, diperagakan, lalu dicocokkan dengan kenyataan yang ada.
Siapa Menjemput, Ke Mana Saja Pergi — Harus Terungkap Sepenuhnya
Armando menjelaskan bahwa hal ini didasarkan keterangan resmi yang disampaikan Yohannes Akwan, Juru Bicara Tim Kuasa Hukum keluarga almarhum. Diketahui bahwa kedua saksi tersebut adalah pihak yang datang dan menjemput Yanto Idoorway langsung dari kediamannya di kawasan Sowi, Manokwari, sebelum kemudian berangkat bersama hingga tiba ke lokasi kejadian.
“Kami mengetahui bahwa Yanto Idoorway dijemput dari rumahnya di Sowi, Manokwari, oleh kedua saksi tersebut. Karena itu, mereka harus hadir dan memperagakan secara langsung rangkaian peristiwa sejak penjemputan hingga ke lokasi kejadian. Keterangan mereka harus diuji dengan fakta lapangan dan bukti objektif,”kata Yohannes Akwan.
“Bagi kami keluarga, pra‑rekonstruksi bukan sekadar berjalan‑jalan atau memperagakan kejadian sesaat di titik berakhirnya peristiwa,” tegas Armando. “Ini adalah momen penting untuk membuktikan apakah apa yang disampaikan benar‑benar sesuai dengan jalan, jarak, waktu, serta kondisi nyata di lapangan. Jika mereka yang datang menjemput dan berjalan bersama tidak hadir, maka sebagian besar cerita belum diperlihatkan dan belum dapat diperiksa kebenarannya.”
Keluarga Serahkan pada Hukum Namun Hak Mengetahui Kebenaran Tetap Ditegakkan
Armando juga menjelaskan sikap keluarga yang tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat yang berwenang, namun tetap berhak memastikan prosesnya berjalan lengkap, jujur, dan terbuka:
“Kami tidak ingin mendahului kesimpulan apa pun atau membuat keputusan sendiri—kami serahkan semuanya kepada pihak berwenang sesuai jalur hukum yang berlaku. Akan tetapi, kami tetap berhak menyampaikan apa yang kami ketahui dan meminta agar informasi penting termasuk siapa yang menjemput, ke mana saja berjalan, dan bagaimana urutan kejadiannya diperiksa, dicocokkan, dan dibuktikan secara langsung.”
“Kalau memang ada saksi yang mengetahui sejak awal almarhum dijemput sampai ke lokasi kejadian, maka keterangan mereka sangat penting untuk diuji,” tambahnya. “Jangan sampai urutan kejadian yang paling awal justru tidak diperlihatkan atau diperiksa hanya di atas kertas saja.”
Keluarga juga berharap pelaksanaan pra‑rekonstruksi nanti mencakup seluruh jalur perjalanan secara utuh bukan hanya berhenti di lokasi akhir saja. Artinya, alur berangkat dari rumah di Sowi, rute perjalanan, serta peristiwa‑peristiwa yang terjadi di sepanjang jalan juga menjadi bagian penting yang harus diperagakan dan diperiksa.
Tujuan Satu: Kebenaran Terungkap Secara Terang Benderang
Armando kembali menegaskan bahwa seluruh harapan keluarga hanyalah satu hal sederhana namun paling penting: “Kami keluarga hanya ingin kebenaran terungkap. Kami berharap penyidik dapat bekerja secara profesional, memeriksa semua pihak yang mengetahui kejadian, dan memastikan setiap keterangan diuji dengan fakta di lapangan.”
Ia juga mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini agar ikut menjaga ketertiban dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, serta tidak menarik kesimpulan sendiri sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan tuntas.
“Keterbukaan, kelengkapan proses, serta pemeriksaan yang teliti termasuk menghadirkan mereka yang menjemput dan berjalan bersama adalah kunci agar masyarakat percaya dan keluarga akhirnya mendapatkan jawaban yang jelas: apa yang sebenarnya terjadi pada saudara kami Yanto Idoorway,” tutup Armando.
Keluarga berjanji akan terus memantau setiap tahapan proses ini dan berharap aparat penegak hukum dapat melaksanakannya secara objektif, adil, dan lengkap tanpa ada hal yang terlewatkan.(*)
Penulis : Sarteis Way
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?