Dekranasda Sorong Latih 50 Orang Mama Papua Bikin Asesoris dari Manik-manik
Kota Sorong, (OikoNews)— Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dakranasda) Kota Sorong, Papua Barat Daya turut andil memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menggelar pelatihan pembuatan asesoris dari manik-manik . Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat,SH.,MPA diikuti sebanyak 50 orang Mama -mama Papua. Pelatihan pengembangan usaha industri kecil ini digelar di Rylich Panorama Hotel Sorong, Selasa 31 Maret 2026.
Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku usaha kecil mengembangkan ekonomi keluarga melalui penguatan keterampilan dan kreativitas.
Ketua Dekranasda Kota Sorong Jemima Elisabeth Windesi Lobat menjelaskan, pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian masyarakat, khususnya para pengusaha kecil di Kota Sorong dalam mengembangkan produk kerajinan lokal yang bernilai ekonomi,”jelasnya.

[Ket. Penyematan kartu tanda peserta oleh Wali kota kepada salah satu perwakilan .( Foto: OikoNews,Yosep)]
Menurutnya, kerajinan manik-manik merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Papua yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai seni yang tinggi serta kekhasan motif menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan produk lokal Papua dari daerah lain di Indonesia.
“Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, aksesoris manik-manik kita memiliki keunikan tersendiri. Ini yang harus terus kita kembangkan dan banggakan," ungkapnya.
Kerajinan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan bagi peningkatan ekonomi keluar.
Oleh karena itu, kata dia, pelatihan ini diharapkan menjadi modal awal bagi para peserta untuk membangun atau mengembangkan usaha, baik secara individu maupun kelompok.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kerajinan berbasis manik-manik memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
Kerajinan tangan ini bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian dari identitas budaya kita. Saya berharap peserta dapat meningkatkan inovasi dan daya saing produknya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sorong akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi pemasaran agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Pelatihan ini juga menghadirkan instruktur berpengalaman yang memberikan pendampingan langsung kepada peserta, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak hanya bersifat teori, tetapi dapat langsung diterapkan dalam produksi nyata.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir pelaku UMKM baru yang tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Kota Sorong. Pada pelatihan ini peserta akan mendapatkan bantuan peralatan dan uang pembinaan.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?