Seputar Papua

Polres Pegunungan Arfak Ungkap Detik-detik Penemuan Jenazah Presenter TVRI Yanto Idorway

Oiko_News

28 Juli 2026, 12:51 WIB

3 min baca
Polres Pegunungan Arfak Ungkap Detik-detik Penemuan Jenazah Presenter TVRI Yanto Idorway

Manokwari (OikoNews)– Rincian lengkap proses penemuan dan evakuasi jenazah Yanto Idorway, presenter TVRI Stasiun Papua Barat yang hilang terseret arus Sungai Memti, akhirnya diungkapkan oleh pihak kepolisian. Tim gabungan Kepolisian Resor Pegunungan Arfak bersama warga setempat berhasil menemukan jasad korban yang terhimpit di dalam celah batu menyerupai gua, tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tergelincir ke sungai.

Kapolres Pegunungan Arfak, AKBP Bernardus Okoka, menjelaskan hal tersebut kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026, usai proses pengantaran jenazah menuju Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari. Menurutnya, penemuan lokasi keberadaan korban tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berawal dari hasil penelusuran tempat kejadian perkara serta rekonstruksi ulang yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal bersama sejumlah saksi mata.

“Semalam Kepala Satreskrim melaporkan adanya bau menyengat yang tercium dari arah celah batu di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan petunjuk tersebut, kami segera berkoordinasi dengan masyarakat untuk kembali melakukan pembendungan aliran air di titik kejadian pada pagi harinya,” ungkap AKBP Bernardus.

Saat aliran air berhasil dikendalikan, seorang warga setempat menyisir bagian dalam celah batu menggunakan alat tradisional yang disebut kalawai. Ketika alat tersebut ditarik kembali, ujungnya tersangkut potongan pakaian, disertai aroma yang sangat menyengat yang semakin memastikan keberadaan jenazah di lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, korban diperkirakan tergelincir sejauh 10 hingga 15 meter dari titik awal terjatuh, dan terperangkap pada tingkatan atau jeram ketiga aliran sungai di dalam celah bebatuan tersebut.

Proses evakuasi yang berlangsung pada pagi hari itu dikatakan berjalan lancar, meskipun petugas dan warga menghadapi keterbatasan sarana serta prasarana yang sangat minim di lokasi.

“Puji Tuhan, evakuasi tidak terlalu sulit dilakukan. Dengan peralatan yang sangat terbatas, kami mengangkat jasad korban menggunakan bantuan tali dan pakaian petugas yang diikat bersama. Kondisi jasad saat berhasil dikeluarkan masih utuh, meskipun sudah hampir sepuluh hari berada di dalam air,” jelas Kapolres.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi fisik serta penyebab pasti kematian korban diserahkan sepenuhnya untuk diperiksa oleh tim medis. Polisi juga telah meminta persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam melalui prosedur autopsi.

“Untuk kondisi tubuh jenazah, nanti dokter yang dapat menjelaskan penyebabnya secara rinci. Kami telah meminta kepada keluarga agar dilakukan autopsi supaya kita semua dapat mengetahui penyebab pasti kematian almarhum,” tambahnya.

Awalnya, proses pemeriksaan jenazah direncanakan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun, atas pertimbangan dan permintaan pihak keluarga, jenazah akhirnya dirujuk dan dibawa ke RSUD Manokwari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di akhir pernyataannya, AKBP Bernardus Okoka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga kampung di sekitar lokasi kejadian. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi pencarian ini tidak lepas dari sinergi yang sangat baik dan kerja sama aktif yang terjalin antara kepolisian dengan masyarakat setempat sejak hari pertama pencarian dilakukan.(*)

Pewarta : Sarteis Way

Editor.     :  Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.