Bupati Manokwari Lantik 38 Kepala Kampung Baru & Perpanjang 124 Lainnya: Jangan Mulai dengan Konflik, Lanjutkan yang Baik
Manokwari (OikoNews) – Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou, secara resmi melantik 38 Kepala Kampung hasil Pemilihan Antarwaktu (PAW) sekaligus mengukuhkan perpanjangan masa jabatan bagi 124 Kepala Kampung se-Kabupaten Manokwari. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan berlangsung khidmat di Manokwari, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Manokwari, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Kepala Distrik di lingkungan Kabupaten Manokwari.
Dalam sambutannya, Bupati Hermus secara khusus mengingatkan para Kepala Kampung yang baru saja dilantik agar tidak memulai masa kepemimpinannya dengan memicu konflik internal maupun merombak secara menyeluruh program-program yang telah dirancang oleh pejabat sebelumnya.
“Jangan memulai dengan konflik baru. Pelajari terlebih dahulu program yang sudah berjalan, lanjutkan yang telah baik, perbaiki yang belum maksimal, dan selesaikan program yang belum rampung. Jangan biarkan pergantian pemimpin justru menghentikan kemajuan yang sudah dirintis,” tegas Hermus.
Sumpah Jabatan Mengandung Tanggung Jawab Berlipat Ganda
Hermus menegaskan bahwa momen pelantikan ini bukan sekadar agenda administratif atau seremoni pemerintahan biasa, melainkan mengandung amanat rakyat serta tanggung jawab pemerintahan, hukum, dan moral yang sangat besar.
“Sumpah dan janji yang baru saja kalian ucapkan mengandung amanat rakyat serta tanggung jawab pemerintahan, hukum, moral, hingga pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ingatlah selalu: jabatan Kepala Kampung bukanlah kehormatan untuk dilayani, melainkan amanat untuk melayani rakyat di kampung masing-masing,” ujarnya dengan nada tegas.
Menurut Hermus, kampung merupakan fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Kemajuan Kabupaten Manokwari di masa depan sangat ditentukan oleh kondisi dan kemajuan masyarakat di tingkat kampung.
“Pembangunan Manokwari harus dimulai dari kampung. Masyarakat yang sehat, pendidikan yang baik, ekonomi yang tumbuh, lingkungan yang terjaga, serta situasi yang aman dan damai di kampung—semua itu akan menentukan kemajuan Manokwari secara keseluruhan. Kampung harus menjadi subjek sekaligus pusat kekuatan pembangunan daerah, bukan sekadar objek pembangunan,” paparnya.
Tidak Ada Lagi Pihak yang Menang dan Kalah
Bupati juga meminta seluruh Kepala Kampung yang baru dilantik untuk segera merangkul semua elemen masyarakat pascaproses pergantian kepemimpinan, tanpa membedakan pihak yang menang maupun kalah dalam pemilihan sebelumnya.
“Setelah dilantik hari ini, tidak ada lagi kelompok yang menang atau kalah. Semua adalah masyarakat yang harus kalian layani secara adil dan merata. Jangan biarkan perbedaan pilihan saat pemilihan memecah belah persatuan di kampung kalian,” pesannya.
Khusus kepada 124 Kepala Kampung yang dikukuhkan perpanjangan masa jabatannya, Hermus mengingatkan agar tambahan waktu tersebut tidak dimaknai sebagai kesempatan untuk sekadar menikmati kekuasaan. Sebaliknya, masa perpanjangan ini harus dijadikan momentum untuk mempercepat penyelesaian tugas-tugas yang belum tuntas.
“Maknailah tambahan masa jabatan ini sebagai kesempatan untuk melunasi tanggung jawab kepada masyarakat, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, dan meninggalkan warisan pembangunan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Persatuan Tanpa Batas Suku, Agama, dan Politik
Di akhir arahannya, Bupati Hermus mengimbau seluruh Kepala Kampung tanpa terkecuali untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, marga, maupun afiliasi politik.
“Kita harus merangkul semua pihak. Semangat kita adalah: Manokwari untuk semua, dan semua untuk Manokwari. Mari kita jaga semangat itu tetap menyala di setiap kampung di seluruh wilayah Kabupaten Manokwari,” pungkas Bupati.(*)
Pewarta : Sarteis Way
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?