Bangkitkan Tradisi Persaudaraan dan Barter, Festival Raimuti 2026 Hidupkan Kembali Nilai Luhur Masyarakat Teluk Doreri
MANOKWARI (OikoNews) – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVIII/Kasuari, Brigadir Jenderal TNI Dian Hardiana, menyampaikan bahwa Festival Raimuti 2026 yang digelar di Dermaga Haji Rahman Mansim, Manokwari, pada Kamis (6/8/2026) bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur tradisi persaudaraan dan perdagangan barter yang sejak lama menjadi ikatan erat antara masyarakat pesisir Teluk Doreri dan masyarakat Pegunungan Arfak.
Pernyataan tersebut disampaikan Brigjen Dian Hardiana kepada awak media usai menghadiri pembukaan festival yang diprakarsai langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI Kurnianto Tehuteru. Perhelatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan kebudayaan rakyat serta semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
👉Menghidupkan Kembali Ikatan Persaudaraan Leluhur
“Festival Raimuti lahir dari nilai luhur masyarakat Papua Barat, dari Teluk Doreri sampai Pegunungan Arfak. Dulu ada nilai persaudaraan dan tradisi barter: masyarakat gunung membawa hasil bumi ke pesisir untuk ditukar dengan hasil laut demi menopang perekonomian. Nilai inilah yang kita hidupkan kembali,” ungkap Kasdam.
Nilai tukar-menukar hasil bumi dan laut yang dilakukan leluhur bukan sekadar urusan dagang, melainkan wujud persaudaraan yang melintasi batas wilayah pegunungan dan pesisir. Melalui festival ini, ikatan emosional dan kerja sama antarwilayah tersebut diharapkan kembali tumbuh kuat di tengah masyarakat masa kini.
👉Berkat Sinergitas Lintas Pihak, Gelaran Berjalan Sukses
Keberhasilan penyelenggaraan Festival Raimuti 2026 tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Kodam XVIII/Kasuari, Pemerintah Provinsi Papua Barat, pemerintah kabupaten terkait, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika seluruh elemen bersatu, potensi daerah dapat dikemas dan dipentaskan dengan megah dan bermakna.
👉Momentum Promosi Pariwisata Papua Barat ke Dunia Internasional
Selain perlombaan perahu dan pemberdayaan UMKM, momentum festival juga dimanfaatkan untuk mendorong promosi potensi pariwisata daerah yang belum sepenuhnya terangkat ke permukaan.
“Manokwari dan sekitarnya memiliki kekayaan alam yang layak dipromosikan hingga ke tingkat nasional maupun internasional,” tegas Brigjen Dian.
Ia menyoroti kekayaan wisata yang luar biasa melimpah:
• Pesisir Manokwari: Pulau Raimuti, Pulau Mansinam, dan Pulau Lemon dengan pemandangan indah, terumbu karang alami, serta lokasi menyelam dan selancar bawah laut yang memikat;
• Pegunungan Arfak: Danau kembar Anggi Giji dan Anggi Gida, keunikan pohon pisang raksasa, hingga habitat burung cendrawasih yang menjadi kebanggaan dunia.
“Jika seluruh komponen bergerak bersama memajukan sektor ini, ditambah peran rekan-rekan media dalam mempublikasikannya secara luas, pariwisata Papua Barat akan maju pesat,” tambahnya. Langkah sinergitas ini pun telah mendapat tanggapan positif dan dukungan langsung dari Gubernur Papua Barat.
Dengan semangat persaudaraan leluhur dan kekayaan alam yang luar biasa, Festival Raimuti 2026 diharapkan menjadi titik tolak bangkitnya kebudayaan sekaligus kemajuan pariwisata Papua Barat yang semakin dikenal dunia.(*)
Pewarta : Sarteis Way
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?