Seputar Papua

Waspada! Penipuan Layanan Haji Merambah Papua, Ada Korban Rugi Jutaan Rupiah

Oiko_News

02 April 2026, 14:23 WIB

2 min baca
Waspada! Penipuan Layanan Haji Merambah Papua,  Ada   Korban  Rugi Jutaan Rupiah

Timika, (OikoNews) – Aksi  penipuan berkedok layanan haji ternyata sudah merambah di Papua. Yakni di Mimika  akhir -akhir ini aksi tersebut kian mengkhawatirkan. Dalam hitungan hari, sembilan laporan masuk ke Kementerian Haji dan Umrah, bahkan satu calon jamaah harus menanggung kerugian lebih dari Rp7 juta akibat kejahatan siber.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika pàda Rabu 1 April 2026 resmi mengeluarkan peringatan serius (warning) kepada seluruh calon jamaah haji, menyusul meningkatnya aksi penipuan digital yang menyasar masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, Abdul Sakir, menyatakan seluruh proses layanan haji dilakukan melalui prosedur resmi dan tidak pernah meminta data pribadi melalui jalur tidak sah.

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

“Kami tegaskan, tidak pernah ada permintaan update data seperti NIK, foto KTP, apalagi instalasi aplikasi atau klik link tertentu. Jika ada yang mengatasnamakan kami, itu jelas penipuan,” tegasnya.

[Ket. Foto : Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika,  Abdul Sakir]

 

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download

Modus yang digunakan pelaku terbilang semakin canggih. Mereka menyamar sebagai petugas resmi, lalu menawarkan percepatan jadwal keberangkatan, meminta pelunasan biaya di luar mekanisme resmi, hingga mengirimkan tautan berbahaya dan aplikasi ilegal.

Tak hanya itu, pelaku juga kerap melakukan panggilan telepon bahkan video call untuk meyakinkan korban agar memberikan data pribadi sensitif dengan dalih verifikasi administrasi.

Data per 1 April 2026 mencatat, sebanyak sembilan calon jamaah telah melaporkan upaya penipuan tersebut. Dari jumlah itu, satu orang menjadi korban setelah data pribadinya disalahgunakan hingga rekeningnya dibobol, dengan kerugian mencapai lebih dari Rp7 juta.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, khususnya terkait keberangkatan haji.

Langkah pencegahan yang disarankan antara lain tidak mengklik tautan sembarangan, tidak memberikan data pribadi seperti NIK, PIN, maupun kode OTP kepada siapapun, serta melakukan verifikasi langsung ke kantor resmi jika menerima informasi mencurigakan.

Peringatan ini menjadi alarm bagi seluruh calon jamaah agar lebih waspada. Sebab, di balik niat suci menunaikan ibadah haji, ancaman kejahatan digital kini mengintai dan bisa merugikan siapa saja. (*)

Pewarta : Noel
Editor       : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.