Pemkab Sorong Petakan 16 Destinasi Dalam 4 Klaster dan Kolaborasi dengan Raja Ampat untuk Pengembangan Pariwisata
Sorong,(OikoNews)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong mulai memetakan potensi pariwisata daerah dengan menetapkan minimal 16 Destinasi Tujuan Wisata (DTW) yang dikelompokkan ke dalam empat klaster kawasan. Langkah ini menjadi fondasi strategis agar sektor pariwisata di Kabupaten Sorong dapat tumbuh, berkembang, dan pada akhirnya berdiri mandiri sebagai kekuatan ekonomi baru masyarakat.
Baru Bertumbuh, Siap Belajar dan Berkembang
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Hendrik Momot, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa Kabupaten Sorong masih berada di tahap awal pengembangan. Karena itu, sinergi baik dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya maupun dengan daerah tetangga yang lebih dulu maju menjadi kebutuhan mendesak.
“Kita Kabupaten Sorong ini memang berada di kawasan yang baru bertumbuh. Tapi kita berharap ke depan bisa masuk ke kawasan yang berkembang, maju, dan mandiri. Kalau teman-teman di luar Sorong, mungkin di Jawa, sudah berada di tingkat kemandirian, kita ini baru mulai,” ujar Hendrik kepada awak media, Jumat (18/9/2026).


Pengukuhan Pokdarwis kabupaten Sorong oleh Wakil Bupati Sorong, H.Sutejo,S.Pd.(Foto: Yosep Bifel)
Kolaborasi dengan Raja Ampat: Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama
Salah satu mitra strategis yang dituju adalah Kabupaten Raja Ampat. Hendrik menegaskan bahwa pengalaman dan kemajuan pariwisata di sana bukan sekadar contoh, melainkan peluang kerja sama nyata.
“Harapannya kita mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten untuk mengembangkan kawasan-kawasan wisata ini. Kita akan terus berkolaborasi dengan teman-teman di Raja Ampat yang duluan lebih maju. Kerja sama ini tak hanya untuk promosi bersama, tetapi mengembangkan kawasan secara terintegrasi,” katanya.
Empat Klaster, 16 Destinasi Tujuan Wisata
Pemetaan awal telah mengelompokkan seluruh potensi ke dalam empat wilayah utama:
No Klaster Kawasan
1 Wilayah Utara
2 Wilayah Kota Aimas
3 Wilayah Pesisir Selatan
4 Wilayah Timur (Klamono, Sayosa, dan sekitarnya)
Pembagian ini memungkinkan pengembangan dilakukan secara terarah, sesuai karakteristik dan kekhasan masing-masing kawasan.
Kekhasan: Wisata Alam, Pengamatan Burung, dan Pantai
Hendrik menyoroti keunggulan alami yang dimiliki Kabupaten Sorong: potensi wisata berbasis keanekaragaman hayati, khususnya pengamatan burung (bird watching) dan satwa liar yang masih sangat asri dan alami. Seiring tren wisata alam yang terus meningkat, kekayaan ini diyakini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Selain itu, pengembangan wisata pantai juga mulai didorong sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat diakses dan dinikmati oleh berbagai kalangan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sorong, Hendrik Momot, S.T., M.Sc.saat diwawancarai wartawan.(Foto: Yosep Bifel)
Pokdarwis Diberdayakan, UMKM Khas Tiap Destinasi Lahir
Pemerintah Kabupaten Sorong tidak hanya menyusun peta destinasi, tetapi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di lokasi wisata melalui pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sasaran utamanya: menciptakan produk unggulan yang dapat dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh khas masing-masing tempat.
Lima produk percontohan yang telah dikembangkan:
Lokasi Objek Wisata Produk Unggulan UMKM
Batu Lubang Keripik Pisang Pedas Manis
Malasigi Keripik Pisang Manis
Waliyo Abon Ikan
Rumah Etnik Sinole
Klawak Keripik Keladi
“Sasaran kami adalah para Pokdarwis. Targetnya produk ini dijual langsung di objek wisata sebagai oleh-oleh khas tempat itu,” tegas Hendrik.
Dengan pemetaan destinasi, penguatan kelompok masyarakat, kolaborasi lintas daerah, serta pengembangan produk khas lokal, Kabupaten Sorong melangkah mantap menjadikan pariwisata bukan sekadar kunjungan, melainkan sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat di setiap penjuru daerah.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?