Gubernur PBD Elisa Kambu Temui Menteri KKP: Bahas Kampung Nelayan dan Pelabuhan Perikanan
Jakarta, (OikoNews)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Papua Barat Daya.
Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono usai menerima kunjungan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Kantor KKP, Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Selain kampung nelayan, Menteri Wahyu Trenggono juga mendorong program peningkatan status Pelabuhan Perikanan Indonesia ( PPI) menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang berada di Katapop, Kabupaten Sorong. Kemudian peningkatan pembangunan Pelabuhan Perikanan Klaligi (jembatan Puri) Kota Sorong supaya bisa lebih banyak menampung kapal-kapal Nelayan.
"Iya, pelabuhan perikanan Klaligi akan ditingkatkan agar lebih banyak menampung kapal-kapal nelayan. Kemudian di wilayah Pelabuhan Klaligi akan dibangun pasar ikan," jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa melalui pesan WhatsApp, Senin.
Lebih lanjut Absalom menjelaskan dalam pertemuan itu juga dibicarakan terkait penambahan mooring boy atau tambak labuh di Kabupaten Raja Ampat. Penambahan mooring boy untuk mengantisipasi kapal-kapal yang beroperasi di Raja Ampat supaya tidak boleh sembarangan melepas jangkar baik itu kapal-kapal pariwisata atau kapal lainnya.
"Ada bantuan perahu fiber dan mesin tempel 15 PK. Serta pembangunan Cold vorage yaitu sarana pendingin di Pelabuhan Perikanan Nusantara Katapop,"sebut Kadis Kelautan Perikanan Papua Barat Daya Absalom Solossa.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Sekretaris Jenderal KKP, Rudi Hariyanto Hadinugroho, Dirjen PLRL, Kartika Listriyana, Dirjen PK, A. Kuswara, Dirjen PT, Lotariya Latif, Dirjen PB, TB Haeru Rahayu, Plt Dirjen PDSKP, Machmud,
Dirjen PDSKP, Pung Nugroho Saksono serta pejabat KKP lainnya. Sedangkan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu didampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Absalom Solossa.
(Editor : Yosep Bifel)
Apa reaksi kamu?