Dua Nakes yang Tewas Diserang OTK di Tambrauw Asal Toraja dan NTT
Sorong, (OikoNews)-Dua orang Tenaga kesehatan (Nakes) Yeremia Lobo dan Edwin yang menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Tambrauw, Papua Barat Daya, diketahui berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yeremia Lobo merupakan warga Toraja Sulawesi Selatan, sementara Yohanes Edwin Bido dari Flores -Ende Nusa Tenggara Timur.
"Kami sangat berduka sekaligus membantah klaim kelompok pelaku yang menyebut korban sebagai aparat. Kami sebagai keluarga sangat berduka dan prihatin atas peristiwa ini," kata, Markus Sampebade paman almarhum Yeremia Lobo, kepada wartawan di Sorong, Selasa (17/3/2026).
Markus mengatakan, beredar informasi yang menyatakan korban merupakan aparat keamanan merupakan informasi sesat. Korban Yeremia Lobo merupakan tenaga medis.
"Anak kami Yeremia dan korban yang satunya anak Edwin merupakan teman satu kantor di puskesmas di Tambrauw. Mereka tenaga medis," tegasnya.

(Ket. Foto : Markus Sampebade, paman dari Alm Yeremia Lobo)
Ia juga mendesak pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil di Kabupaten Tambrauw. Insiden kekerasan terhadap masyarakat sipil sudah terjadi berulang kali.
"Kami berharap pihak keamanan dan pemerintah menanggapi serius peristiwa keji ini. Ini sudah berulang," ucapnya.
Ia mengatakan setelah dilakukan visum et repertum di RSUD Sele Be Solu, keluarga berencana memakamkan almarhum Yeremia di Kota Sorong. Keputusan itu merupakan kesepakatan awal keluarga yang masih menunggu proses lebih lanjut.
"Untuk korban atas nama Yeremia asal Toraja, rencananya dimakamkan di Kota Sorong. Itu kesepakatan awal keluarga," katanya.
Ditempat terpisah keluarga almarhum Yohanes Edwin Bido di Sorong membenarkan korban berasal dari Flores-NTT. Korban biasa dipanggil Edwin berusia 24 tahun.
Reinhard salah satu keluarga dekat korban menceritakan, Edwin baru datang merantau di Sorong Papua Barat Daya pada bulan Januari 2026.
"Anak kami datang ke sini untuk mencari pekerjaan," kata Reinhard di Sorong, Selasa.
Dikatakan, alhmarhum Edwin diajak keluarga ke Tambrauw untuk mencari peluang perkerjaan di sana. Namun akhirnya menjadi korban pembunuhan.
Dia menceritakan, selama di Fef ibukota Tambrauw, Edwin berada dilingkungan tenaga kesehatan dan tidak pernah bepergian sendirian.
Saat ini, jenazah Edwin disemayamkan di rumah duka di Malanu Kampug Kota Sorong sambil menunggu akses transportasi untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan itu, keluarga besar Ende dan Flobamora NTT di Sorong meminta pihak kepolisian segera mencari dan menangkap para pelaku.
"Kami minta aparat keamanan bergerak cepat cari dan tangkap para pelaku," pinta salah satu keluarga.
Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Kompol Jenny Hengkelare, membenarkan kedua korban merupakan warga Toraja dan NTT.
"Informasi yang kami dapatkan, kedua korban adalah pendatang. Bukan orang asli Papua. Iya kalau informasi keduanya dari NTT dan Toraja. Kalau yang secara detailnya kami harus dapatkan lagi," kata Jenny.
Diberitakan sebelumnya empat Tenaga kesehatan (Nakes) diserang OTK di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Penyerangan itu mengakibatkan dua Nakes meninggal dunia dan dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke pos TNI.
Peristiwa itu terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Keempat korban yang mengendarai motor dan saling berboncengan tiba-tiba dihadang oleh para pelaku. (*)
(Editor : Yosep Bifel)
Apa reaksi kamu?