Seputar PBD

Pokja Bunda PAUD Gelar TOT bagi Fasilitator: Wujudkan Layanan PAUD Berkualitas dan Inklusif di Papua Barat Daya

Oiko_News

22 September 2026, 12:26 WIB

3 min baca
Pokja  Bunda PAUD  Gelar TOT bagi  Fasilitator: Wujudkan Layanan PAUD Berkualitas dan Inklusif di Papua Barat Daya

Sorong (OikoNews)-Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya resmi menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Trainer / Training Of Trainer (TOT) bagi Fasilitator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang berlangsung di Belagri Airport Hotel Sorong, mulai Selasa (22/9) hingga 24 September 2026,  berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini mengusung tema: “Mewujudkan Layanan PAUD Berkualitas dan Inklusif bagi Generasi Emas di Papua Barat Daya”.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambuaya/Kambu, S.Pd. Turut hadir jajaran pimpinan serta peserta pelatihan dari berbagai wilayah di provinsi ini.

Erdia Msiren /Karet, S.Pd., M.Pd saat menyampaikan laporan.(Foto: Yosep Bifel)

Dalam laporan penyelenggaraan yang disampaikan Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Erdia Msiren /Karet, S.Pd., M.Pd. dijelaskan rincian pelaksanaan:

✅ Peserta: berjumlah 15 orang Fasilitator PAUD tingkat Provinsi

✅ Waktu pelaksanaan: 22 – 24 September 2026

✅ Narasumber: Rika Setiani (UNICEF) serta Yunita Sari (Universitas Muhammadiyah Sorong / Unimuda Sorong)

✅ Sumber dana: sepenuhnya bersumber dari Anggaran Dana Otonomi Khusus (OTSUS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya.

Ny. Orpa Susana Kambuaya/Kambu

Dalam sambutannya, Ny.Orpa Susana Kambuaya/Kambu menegaskan kembali peran strategis Pendidikan Anak Usia Dini sebagai fondasi utama pertumbuhan anak.

“PAUD adalah fondasi pertama dan paling utama pada masa keemasan atau golden age pertumbuhan anak-anak kita. Segala sesuatu yang kita tanam, bina dan berikan hari ini  akan menentukan sepenuhnya wajah, watak serta masa depan generasi mendatang,"ujarnya.

Dijelaskan pula makna tema yang diusung:

“Kita menginginkan PAUD yang tidak hanya kuat secara ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, serta menumbuhkembangkan potensi anak lewat cara bermain yang bermakna dan mendidik. Sementara prinsip Inklusif berarti: tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal. Setiap anak  tanpa memandang asal‑usul, kemampuan fisik maupun mental, latar belakang keluarga  berhak sama untuk tumbuh, berkembang, diterima dan dihargai di ruang pembelajaran kita.”

Kepada para peserta yang hadir sebagai calon fasilitator, ia berpesan:

“Kalianlah orang‑orang pilihan yang dipercaya menjadi penggerak utama perubahan ini. Setelah selesai pelatihan ini, tugas kalian adalah kembali ke daerah masing‑masing untuk melatih, membimbing, mendampingi rekan‑rekan di Pokja maupun para pendidik  agar paham dan mampu mewujudkan kelas yang benar‑benar ramah, adil dan bermutu bagi setiap anak," ujar Orpa.

“Jangan sekadar menyampaikan teori  tapi sampaikan juga empati dan kasih sayang. Ajarkanlah cara mengenali keunikan tiap anak, cara menyesuaikan pembelajaran agar mudah diikuti semua anak termasuk yang berkebutuhan khusus, serta membangun suasana yang menghargai perbedaan sejak usia paling dini,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ketua Pokja Bunda PAUD menyampaikan penghargaan setinggi‑tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja menyusun dan mewujudkan kegiatan ini khususnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, seluruh anggota Pokja serta panitia penyelenggara.(*)

Editor : Yosep Bifel

Apa reaksi kamu?

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.