Talkshow TVRI di Sorong Bertajuk: "Papua Barat Daya Creative Movement Menuju Pasar Global" Narasumber DPRK Otsus, Ketua Asosiasi UMKM Hingga Akademisi
Sorong, (OikoNews) — Talkshow bertajuk "Papua Barat Daya Creative Movement Menuju Pasar Global, Road To WCCE 2026" telah digelar di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Selasa (20/10/2026). Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dengan LPP TVRI, yang akan tayang secara nasional melalui TVRI pada 23 Oktober 2026 dengan tema: "Suara Ekonomi Kreatif Daerah untuk Dunia".

Dari kiri ke kanan: Host Maria Talimbekas, Narasumber Jhony Dawan-Yonadap Trogea- Johanna Kemesrar- James Kastanya. (FOTO: Yosep Bifel)
Talkshow ini dipandu oleh pembawa acara Maria Talimbekas, dan menghadirkan empat narasumber: Johanna K.N. Kemesrar, SE., M.Pd (Koordinator Daerah ICCN Papua Barat Daya), Dr. James Kastanya, SE., MM (Akademisi), Jhony Welnand Dawan, S.Th., M.Pd (Ketua Umum Nusantara Asosiasi UMKM Papua Barat Daya), serta Yonadap Trogea, SE (Sekretaris Kelompok Khusus Jalur Otsus DPRK Kota Sorong).
Kolaborasi Kunci Kemajuan Ekonomi Daerah

Dalam paparannya, Anggota DPRK Sorong Yonadap Trogea menekankan perlunya kolaborasi semua pihak membangun jejaring ekonomi daerah hingga menembus pasar global. Pihak terkait yang dimaksud adalah Pemerintah daerah baik provinsi maupun kota dan kabupaten dengan berbagai regulasi dan peraturan perundang-undangan yang dimiliki, serta pelaku ekonomi, dan pihak akademisi.

Khusus wilayah Pemerintah Kota Sorong, kata Yonadap, kolaborasi tersebut telah berjalan sejak kepemimpinan Wali Kota Sorong Septinus Lobat,SH.,M.PA dan Wakil Walikota H.Anshar Karim, A.Md. Penyelenggaraan pemerintahan tentunya eksekutif berjalan bersama dengan legislatif. "Dalam pemerintahan Walikota Sorong dan Wakil Walikota, tentunya eksekutif dan legislatif tidak jalan sendiri-sendiri, tetapi berkolaborasi untuk merealisasikan visi misi pemerintah daerah. Kolaborasi kemitraan ini berjalan dengan baik sampai hari ini," ujarnya.


Yonadap Trogea dalam wawancara khusus dengan TVRI
Mengenai pembangunan ekonomi kemasyarakatan, Yonadap menyampaikan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Walikota Sorong dan Wakil Walikota beserta jajarannya sangat perhatian sekali; mendorong, menggerakan, memberdayakan usaha-usaha ekonomi seperti pelaku UMKM khususnya orang asli Papua. "Pedagang Mama-Mama Papua diberikan pelatihan, bantuan modal usaha, peralatan usaha, dan sarana prasarana dibangun. Ini semua dilakukan karena bagian dari visi misi Walikota dan Wakil Walikota," ungkap Trogea.

Foto bersama pengurus Asosiasi UMKM dengan produk mereka yang telah eksis dan menjangkau pasar nasional. (FOTO: Yosep Bifel)
Ia menegaskan bahwa berbagai regulasi telah dikeluarkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah, kata dia, telah menerbitkan sejumlah peraturan daerah (perda) untuk mendukung berbagai program pembangunan bagi masyarakat Kota Sorong. Khusus orang asli Papua (OAP) di Kota Sorong, kata dia, hadirnya Fraksi Otsus di DPRK Kota Sorong membawa nuansa dan harapan tersendiri. “Fraksi Otsus hadir memberikan layanan khusus bagi masyarakat asli Papua yang berdomisili di Kota Sorong,”pungkasnya.
UMKM Papua Barat Daya Tumbuh Pesat, Butuh Dukungan Naik Kelas

Ketua Umum Nusantara Asosiasi UMKM Papua Barat Daya, Jhony Welnand Dawan, melaporkan pertumbuhan pelaku usaha di wilayah ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.
"UMKM kita mengalami pertumbuhan yang signifikan, mulai terlihat sejak 2024 dan semakin pesat hingga saat ini. Semangat untuk naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas terus tumbuh di kalangan pelaku usaha," ungkap Jhony.
Namun, ia mengakui masih banyak kendala yang dihadapi, terutama permodalan, pendampingan teknis, dan akses pasar yang lebih luas.
"Kami ingin produk kita go nasional dan go internasional, tetapi kami tidak bisa sendiri. Kami butuh pemerintah daerah bantu kami berikan pendampingan khusus, fasilitasi, tambahan modal usaha, dan pelatihan yang spesifik sesuai jenis usaha, jangan dicampur-aduk," pintanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Yonadap Trogea menyatakan siap menampung dan meneruskannya kepada pimpinan DPRK Sorong untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah. "Mari datang ke kantor DPRK, kita diskusikan. Pelaku UMKM, apalagi OAP, pasti menjadi atensi khusus Fraksi Otsus," tegasnya.
Akademisi: Perlu Regulasi Khusus dan Sinergi Perguruan Tinggi

Akademisi dari STIE Bukit Zaitun Sorong, Dr. James Kastanya, menilai peluang ekonomi kreatif di Papua Barat Daya sangat terbuka lebar, namun intervensi pemerintah dinilai masih terbatas dan para pelaku usaha cenderung berjalan sendiri-sendiri.
"Perlu regulasi khusus dan penyederhanaan birokrasi. Kolaborasi lintas sektor pemerintah, pelaku usaha, perbankan, dan perguruan tinggi harus diperkuat. Dunia kampus turut berperan menyiapkan SDM yang siap menghadapi pasar global, termasuk pemahaman ekonomi digital, pemasaran daring, dan pembangunan jejaring," papar Dr. James.
Suara Daerah Menuju Panggung Dunia

Koordinator Daerah ICCN Papua Barat Daya, Johanna K.N. Kemesrar, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari persiapan menuju World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, forum internasional yang mempertemukan pengambil kebijakan dan pelaku ekonomi kreatif dari seluruh dunia.
"Program 'Suara Ekonomi Kreatif Daerah untuk Dunia' disiarkan melalui 34 stasiun TVRI di seluruh Indonesia. Hasil masukan dari daerah akan dirangkum menjadi dokumen strategis 'Suara Ekraf dari Daerah', yang akan diserahkan langsung kepada Menteri Ekonomi Kreatif pada pembukaan WCCE 2026 sebagai masukan utama kebijakan nasional," jelas Johanna.
Talkshow ini bertujuan mengidentifikasi isu strategis daerah, membahas transformasi sektor informal, memetakan peluang ekonomi kreatif, serta mengangkat inovasi berbasis budaya lokal Papua ke dalam agenda pembangunan nasional maupun global.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan potensi ekonomi kreatif Papua Barat Daya tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi semakin siap menembus pasar nasional maupun internasional.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?