Partai Setara Indonesia (PASTI) Resmi Hadir di Papua Barat Daya: Pelantikan DPW dan DPC Dihadiri Gubernur Elisa Kambu

Sorong (OikoNews) — Partai Setara Indonesia, disingkat PASTI, secara resmi hadir dan berdiri di Provinsi Papua Barat Daya. Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten dan Kota se-Papua Barat Daya berlangsung di Hotel Vega, Kota Sorong, pada Rabu, 30 September 2026.

Acara pelantikanbdipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PASTI, Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U., M.Th., didampingi Sekretaris Jenderal PASTI, Dwi Urip Premono. Turut hadir Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos.

Ketua DPW PASTI Papua Barat Daya, Drs. Marthen Idjie, M.Si

Jajaran Pengurus DPW dan DPC PASTI Papua Barat Daya periode 2026-2031. (Foto : OikoNews/Yosep Bifel)
Pengurus DPW PASTI Papua Barat Daya Periode 2026–2031 yang dikukuhkan:
• Penasihat DPW: Pdt. Dr. Ayub Ongge, SE., M.Pd
• Ketua DPW: Drs. Marthen Idjie, M.Si
• Sekretaris DPW: Yusak Kwatola, SE
• Wakil Sekretaris: Jemy Karimasa
• Bendahara: Vicky Langobo
• Serta jajaran Kepala Biro dan pengurus DPC se-Papua Barat Daya, termasuk DPC Kabupaten Dogiyai.

Dalam sambutannya Ketua DPW PASTI Papua Barat Daya, Drs. Marthen Idjie, M.Si, menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya struktur kepengurusan ini.
"Proses menghadirkan PASTI di provinsi ini tidaklah mudah, penuh liku dan tantangan. Namun berkat niat baik, ketulusan hati, serta pertolongan Tuhan, akhirnya formasi kepengurusan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota utuh terbentuk," ujarnya.
Marthen menyampaikan terima kasih kepada DPP PASTI atas kepercayaan yang diberikan, serta apresiasi kepada Gubernur Elisa Kambu yang menyempatkan diri hadir dalam acara pelantikan.

Ketua Umum DPP PASTI, Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, menekankan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama partai.
"DPP, DPW, dan DPC adalah satu kesatuan dalam membangun organisasi yang kuat, solid, dan bertanggung jawab. Perbedaan tingkatan tidak boleh membuat berjalan sendiri-sendiri. Bersama kita belajar, bersama kita bekerja, bersama kita melayani, dan bersama kita membangun organisasi," ungkapnya.
Ruyandi juga mengingatkan para pengurus untuk menjaga kesehatan dan stamina, karena pengabdian politik membutuhkan ketahanan jangka panjang.

Ia menyampaikan bahwa PASTI merupakan kelanjutan dan penjelmaan dari Partai Damai Sejahtera (PDS) yang 25 tahun silam pernah meraih kursi di DPR Provinsi Papua maupun Papua Barat. Hadir kembali sebagai kendaraan politik warga Kristen Indonesia, PASTI bertekad:
• Memperjuangkan hak-hak kelompok minoritas, menegakkan toleransi, pluralisme, dan inklusivitas;
• Melindungi kebebasan beragama di tengah maraknya tindakan diskriminatif, termasuk penutupan rumah ibadah di berbagai daerah;
• Mengambil langkah hukum tegas terhadap setiap upaya yang menghambat warga minoritas beribadah.
"PASTI hadir membawa harapan baru, menyuarakan hal-hal yang belum terwakili, dan memperkuat demokrasi yang adil bagi semua," ujar Ruyandi.

Gubernur Elisa Kambu, S.Sos
Dalam arahannya, Gubernur Papua Barat Daya mengingatkan seluruh pengurus agar jabatan diterjemahkan menjadi pelayanan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Semua orang ingin membangun bangsa dan daerah ini. Tetapi kepintaran dan niat baik saja tidak cukup; harus diwujudkan dengan kerja. Politik bukan sekadar kekuasaan, melainkan sarana menciptakan kebijakan dan anggaran yang bermanfaat bagi rakyat,"ujar Elisa.
Kehadiran PASTI di Papua Barat Daya diharapkan tidak sekadar mengisi ruang politik, melainkan memperkuat pelayanan, membangun komunikasi yang erat dengan masyarakat, dan menjadi kekuatan demokrasi yang sehat serta bertanggung jawab.
Pelantikan ini menjadi pijakan awal konsolidasi. PASTI kini berencana memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, mempersiapkan diri berpartisipasi secara aktif dalam agenda politik nasional mendatang. Dengan kepengurusan yang utuh, koordinasi antarpengurus akan diperkuat guna mewujudkan visi partai: kesetaraan, kebebasan, dan keadilan bagi semua.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?