Seputar PBD

Diteror OPM: 21 Warga Maybrat Dievakuasi ke Pos TNI

Oiko_News

20 Maret 2026, 11:43 WIB

3 min baca
Diteror OPM: 21 Warga Maybrat Dievakuasi ke Pos TNI

Maybrat, (OikoNews)-Kelompok organisasi papua merdeka (OPM) kembali beraksi  di Maybrat, Papua Barat Daya.  Kelompok  separatis ini melakukan teror terhadap warga  sipil di wilayah itu. Sebanyak  21 warga  sipil yang mengungsi sejak tahun 2022 di hutan, berhasil dievakuasi ke Pos Satgas TNI di Maybrat.


"Sebanyak 21 warga pengungsi berhasil dievakuasi secara aman oleh aparat gabungan TNI bersama pemerintah daerah (Pemkab) Maybrat.

Masyarakat yang mengungsi itu dapak dari kontak tembak beberapa waktu lalu oleh OPM," kata Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya, kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).

Ad
Grab - Lebih Hemat Naik Grab

21 Pengungsi ini berhasil dievakuasi  di Dusun Topo, Kampung Ainesra, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, pada Selasa (17/3/2026). Penjemputan ini dilakukan oleh unsur TNI dan Koops TNI Papua bersama pejabat pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat.

"Tim gabungan patroli keamanan bergerak menuju lokasi penjemputan di Dusun Topo dan tiba di Kampung Ainesra untuk menjemput para pengungsi yang selama ini bertahan di hutan perbatasan antara Maybrat dan Teluk Bintuni akibat gangguan keamanan oleh TPNPB OPM," katanya.

Letkol Wirya mengatakan, seluruh pengungsi telah berkumpul di titik penjemputan. Tim patroli gabungan Koops TNI Papua segera melaksanakan evakuasi menuju Pos Komando Taktis (Kotis) Koops TNI Papua.

"Setibanya di Pos Kotis, para pengungsi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Koops TNI Papua. Setelah itu dilanjutkan dengan pendataan identitas guna memastikan kondisi dan kebutuhan masing-masing," bebernya.

Ad

Gojek

GoFood, GoRide, GoPay — Semua Dalam Satu Aplikasi

Download


Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjamin keselamatan warga.

"Untuk sementara waktu, para pengungsi ditempatkan di lokasi penampungan di wilayah Distrik Aifat, sambil menunggu proses koordinasi lebih lanjut terkait pemulangan ke daerah asal, khususnya bagi warga dari Kabupaten Teluk Bintuni," bebernya.

Dia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah lanjutan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembinaan, serta koordinasi lintas wilayah guna memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan bermartabat.

"Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di wilayah rawan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kemanusiaan di Papua Barat Daya.

Dia menjelaskan bahwa  21 pengungsi ini meninggalkan kampung halamannya pada tahun 2022 saat terjadi kontak tembak di Moskona dimana terdapat pembunuhan pekerja jalan trans Papua.

"Gangguan itu dirasakan sejak tahun 2022 dan berdampak sampai sekarang ketakutan yang dirasakan masyarakat. Masyarakat masih sering diganggu pemalakan Rp 200 per kepala keluarga oleh OPM sehingga masyarakat kabur  ke hutan," urainya.

Hingga saat ini sebagian masyarakat masih memilih bertahan di hutan. OPM  melakukan pemalakan terhadap warga. Sehingga melaporkan ke pihak pemda, dan pemda meminta bantuan ke satgas untuk membantu pengamanan dalam pelaksanaan evakuasi," pungkasnya.(*)

(Editor : Yosep Bifel)

Apa reaksi kamu?

Ad

OVO

Cashback & Promo Setiap Hari — Bayar Mudah di Mana Saja

Unduh OVO

Komentar (0)

Sign in untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ad

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.