Polda Pastikan Tambrauw Aman Terkendali, Brimob dan TNI Disiagakan di Jalur Strategis
Sorong, (OikoNews)- Kepolisian daerah (Polda) Papua Barat Daya memastikan situasi keamanan terkendali pasca insiden penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menewaskan dua Tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tambrauw.
Dalam keterangan pers, Pelaksana tugas (Plt) Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, menyatakan, aparat keamanan telah melakukan langkah-langkah pengamanan di wilayah itu dengan menempatkan personel di jalur strategis.
“Ada sebanyak 60 personel Brimob dibantu TNI telah disiagakan untuk mengamankan jalur lintas Sorong–Tambrauw,” ujar Jenny dalam press release di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (18/3/2026).
Selain pengamanan, pihak kepolisian juga terus melakukan pendalaman terhadap kasus penyerangan OTK yang terjadi. Termasuk menelusuri berbagai informasi yang beredar di media sosial.
Polisi juga tengah menyelidiki adanya postingan di media sosial yang menampilkan gambar-gambar vulgar terkait kejadian tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk terhadap pihak-pihak yang menyebarkan konten di media sosial,” katanya.
Polda Papua Barat Daya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, karena aparat keamanan saat ini telah bersiaga di sepanjang jalur lintas Sorong–Tambrauw.
“Masyarakat tidak perlu panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Aparat keamanan terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif,”imbau dia.
👉Pastikan Korban Bukan Anggota
Polda Papua Barat Daya juga memastikan kedua korban yang terbunuh dalam penyerangan itu, bukan anggota Polri ataupun TNI.
Plt Kabid Humas Polda menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait korban merupakan aparat itu sama sekali tidak benar.
"Faktanya adalah korban YL (Yeremia Lobo) Pegawai Negeri di Dinas Kesehatan kabupaten Tambrauw dan YEB (Yohanes Edwin Bido) warga sipil biasa,"jelas Kompol Jenny.

[Ket. Foto: Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare ( tengah) saat menyampaikan keterangan pers.]
Polisi pun memastikan pelaku merupakan orang tak dikenal (OTK) dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa penyerangan itu terjadi saat keempat korban melintas menggunakan sepeda motor dari Distrik Bamusbama menuju Kota Sorong. Namun, setibanya di perbatasan Distrik Bamusbama dan Distrik Fef, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang hingga ini belum teridentifikasi.
Dua korban yang meninggal dunia diketahui bernama Yerimia Lobo (37) Tenaga Kesehatan dan Yohanes Edwin Bido (24) warga sipil .
Sementara dua rekannya yang berhasil selamat dalam kejadian tersebut adalah Hamzah dan Robby, yang kini menjadi saksi penting dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Saat ini kami belum bisa memastikan siapa pelaku, masih dalam penyidikan,” kata Kompol Jenny.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kedua korban meninggal dunia bukan karena ditembak, melainkan akibat serangan menggunakan benda tajam. Polisi terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tragis tersebut.(*)
(Editor : Yosep Bifel)
Apa reaksi kamu?