Gubernur Elisa Kambu Buka Turnamen Tiang Besi Sorpus Cup , Diikuti 26 Tim
Kota Sorong, (OikoNews)- Pemuda Sorong Pusat (Sorpus) Kota Sorong, Papua Barat Daya menggelar Turnamen Tiang Besi Sorpus Cup I, diikuti 26 Tim sepak bola mini, bertempat di Lapangan Basket Sorpus, Rabu sore (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Acara pembukaan turut dihadiri Pj Sekda Papua Barat Daya, Yakob M. Kareth, Anggota DPRP Papua Barat Daya, Robert Wanma, Plt Kepala Badan Kesbangpol,George Japsenang, Tokoh Pemuda Sorpus yang juga pembina Yayasan Pengembangan Ekonomi Sosial Masyarakat Sahre (Yayasan PESMS) Sorong, Origenes Nauw.
Kegiatan Turnamen Pemuda Sorpus Cup ini bisa digelar berkat dorongan maupun prakarsa dari Yayasan Pengembangan Ekonomi Sosial Masyarakat Sahre yang diketuai oleh Elimas Bosawer. Sahre adalah nama tempo dulu dari Kompleks Sorpus sekarang.
Gubernur Elisa Kambu dalam sambutannya pertama-tama menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Masyarakat Sahre yang telah berperan aktif merencanakan, mengorganisir dan mengagas berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Sorpus dan sekitarnya.
"Saya apresiasi sekali karena kegiatan semacam ini pasti ada orang-orang hebat yang merencanakan, mengorganisir sampaikan melaksanakannya. Tentu saja apresiasi saya kepada yayasan Sahre yang telah mengorganisir masyarakat di komplek Sorpus ini, terutama anak-anak mudanya yang luar biasa mengadakan kegiatan-kegiatan positif untuk kebaikan bersama di wilayah ini," ungkap Elisa Kambu yang juga bagian dari masyarakat Share tempo dulu.
Elisa menilai turnamen Sorpus Cup ini membawa dampak positif bagi masyarakat Sorpus dan sekitarnya. Yang mana ajang turnamen ini bukan sekadar hiburan, tetapi meningkatkan bakat -talenta anak muda dibidang olah raga dan giat ini juga menambah ekonomi keluarga. Karena menurut Elisa, selama pertandingan berlangsung tentu saja mama-mama Papua berjualan makanan dan minuman di sekitar lokasi pertandingan.
Ia berpesan agar turnamen Sorpus Cup ini berlangsung dengan tertib dan aman. "Ingat, jaga keamanan, kedamaian. Tidak boleh ada keributan," tegasnya.
"Baik penonton maupun pemain harus sama-sama jaga keamanan. Tunjukkan bahwa masyarakat Sorpus, masyarakat Share adalah masyarakat yang cinta damai dan merupakan orang -orang baik, penuh kasih persaudaraan,"lanjutnya.
Sementara Origenes Nauw dalam sambutannya mewakili tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Sorpus, menyampaikan, turnamen ini untuk menciptakan suasana kebersamaan tetapi juga membina dan meningkatkan bakat maupun talenta anak-anak muda Sorpus dan Kota Sorong pada umumnya.
"Kegiatan ini lahir dari kesadaran dari elit-elit generasi muda di Sorpus ini, untuk memberi warna tersendiri bagi seluruh generasi muda di Kota Sorong," ujarnya.
Kata Ori Nauw bahwa dengan adanya kegiatan seperti ini, Sorpus yang oleh masyarakat luas dicap sebagai wilayah merah, nantinya diharapkan dapat memantik hal-hal positif bagi kehidupan bermasyarakat di Kota Sorong.
Ia menyatakan, selain iven olah raga, Yayasan Masyarakat Sahre juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya untuk masyarakat Sorpus dan sekitarnya. Yakni menyalurkan sembako bantuan dari Gubernur Elisa Kambu kepada warga Sorpus yang beragama muslim untuk mendukung perayaan ldul Fitri.
Menurut Ori Nauw, berbagai kegiatan olah raga dan sosial kemasyarakatan telah menumbuhkan kesadaran bagi anak muda komplek Sorpus untuk melakukan hal- hal positif.
"Puji Tuhan, satu tahun belakangan ini sudah tidak ada gangguan kamtibmas di komplek Sorpus. Bahkan anak-anak muda kita di sini, turun melakukan kegiatan positif, seperti kerja bakti membersihkan jalan dan lain sebagainya," ungkap Ori Nauw.
Sementara itu, panitia turnamen Tiang Besi Sorpus Cup I menyampaikan , jumlah peserta yang mengikuti turnamen ini sebanyak 26 Tim. Dijelaskan bahwa pertandingan sepak bola mini dinamai Turnamen Tiang Besi karena tidak menggunakan gawang seperti sepak bola pada umumnya. Tetapi menggunakan Tiang Besi yakni tiang utama lapangan bola basket sebagai syarat mengisi gol. Jika tendangan pinalti atau tendangan lain untuk tujuan mengisi lalu bola berhasil mengenai tiang besi bagian bawah maka dihitung gol.
Panitia juga menyampaikan bahwa selain piala, panitia juga menyediakan uang pembina bagi para juara. Di mana juara umum akan mendapatkan uang pembinaan sebesar 30 juta rupiah.(*)
Editor : Yosep Bifel
Apa reaksi kamu?