43 Orang Asli Papua Ikut Latihan Tata Boga, Menjahit dan Otomotif selama Sepuluh Hari
Sorong, (OikoNews)- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalkan potensi dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah itu melalui pelatihan maupun pendidikan vokasi.
Terkait hal itu Dinas Sosial, Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Barat Daya mengadakan pelatihan Tata Boga, Menjahit dan Otomotif bagi orang asli Papua (OAP) di Aimas Hotel dan Convention Centre Kabupaten Sorong, Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos yang diwaķili Asisten II Setda Papua Barat Daya (Bidang Perekonomian dan Pembangunan),Viktor Solossa, S.Pd.,ST.,MT.

Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambuaya, S.Pd. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw, SH., MH. Anggota MRP Provinsi Papua Barat Daya Pokja Perempuan, Kadis Sosial Kabupaten Sorong dan tamu undangan lainnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan keterampilan dan kemandirian warga.
Asisten II Bidang konomi dan Pembangunan, Viktor Solossa mengatakan kegiatan pelatihan tersebut merupakan turunan dari visi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah dituangkan dalam dokumen perencanaan pemerintah, mulai dari RPJMD hingga rencana kerja tahunan perangkat daerah.
“Program yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial ini merupakan turunan dari visi pemerintah daerah yang kemudian dijabarkan dalam RPJMD, Restra hingga Renja. Semua itu menjadi dasar pelaksanaan program yang kita lakukan hari ini,”jelas Viktor.
Pelatihan ini, kata Viktor, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembangunan di Papua Barat Daya berfokus pada tiga isu utama dalam kebijakan Otonomi Khusus, yaitu Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.
“Melalui pelatihan keterampilan seperti ini, kita mendorong masyarakat memiliki kemampuan praktis yang bisa digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri. Ini bagian dari upaya menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ketua Panitia kegiatan, Fenti H. Talane, S.Si., M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 10 hari bertempat di Aimas Hotel Kabupaten Sorong.
Dikatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua, serta Peraturan Kementerian Sosial terkait program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Opsus yang dialokasikan melalui anggaran Dinas Sosial P3A Papua Barat Daya tahun 2026.
Pelatihan ini diikuti 43 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Para peserta dibagi dalam tiga kelas, yakni pelatihan menjahit sebanyak 17 orang, pelatihan tata boga 16 orang, dan pelatihan otomotif 10 orang.
Pemerintah daerah berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat membuka usaha mandiri atau mengembangkan usaha rumah tangga (home industry) sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga serta menciptakan peluang kerja di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan pelatihan peserta akan dibimbing oleh instruktur-instruktur berpengalaman dibidang tata boga, menjahit dan otomotif. (*)
(Editor : Yosep Bifel)
Apa reaksi kamu?